Ngopi Ngaji di Muktamar NU Dorong Pengolahan Sampah Plastik

JOMBANG – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LPBI PCNU) Jombang mendorong pengolahan sampah plastik sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana ekologis. Gagasan tersebut dibahas dalam kegiatan “Ngopi Ngaji: Olahdaya Perubahan Iklim” di sela Muktamar ke-35 NU.

 

Kegiatan yang digelar Jumat (28/8/2026) malam di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, itu mempertemukan pegiat lingkungan, pengurus NU, serta masyarakat umum dalam forum diskusi yang dikemas secara interaktif.

 

Sejumlah pengurus LPBI NU turut hadir, mulai dari LPBI PCNU Jombang, LPBI PWNU Jawa Timur, hingga Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU).

 

Pengurus Pusat LPBINU sekaligus penggerak pengolahan limbah, Baidlowi, memberikan pemaparan mengenai tata kelola sampah plastik. Menurutnya, limbah plastik tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan.

 

Sampah plastik memiliki potensi ekonomi apabila dikelola melalui kreativitas dan inovasi masyarakat. Karena itu, pengelolaan sampah perlu dilakukan sejak dari sumbernya, bukan hanya ketika sudah menumpuk di tempat pembuangan.

 

Ketua LPBI PCNU Jombang Khoirul Hasyim mengatakan, pihaknya siap mengambil peran dalam pengolahan limbah dan sampah sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.

 

“LPBI PCNU Jombang akan mengambil peran penting dalam proses pengolahan limbah sampah sebagai salah satu upaya pencegahan terhadap terjadinya bencana yang diakibatkan oleh sampah,” ujar Hasyim.

 

Ia menjelaskan, sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat meningkatkan risiko berbagai persoalan lingkungan. Penumpukan sampah, misalnya, dapat memperparah banjir sekaligus memicu pencemaran yang berdampak terhadap masyarakat.

 

Karena itu, Hasyim mendorong gerakan kolektif yang tidak hanya berorientasi pada penanganan sampah di hilir. Kesadaran untuk mengurangi, memilah, dan mengolah sampah harus dibangun sejak dari sumbernya.

 

Upaya tersebut juga mulai dilakukan LPBI PCNU Jombang melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan di Kabupaten Jombang.

 

Sekretaris LPBI PCNU Jombang Muhlison mengatakan, sekolah dan madrasah menjadi ruang strategis untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

 

Para peserta didik tidak hanya diberikan pemahaman secara teori, tetapi juga diajak mempraktikkan pemilahan sampah di lingkungan sekolah.

 

“LPBI PCNU Jombang telah mengkolaborasikan dengan sekolah dan madrasah di Kabupaten Jombang untuk peduli lingkungan, salah satunya dengan membangun kepedulian terhadap pengolahan sampah,” ungkap Muhlison.

 

Menurutnya, forum “Ngopi Ngaji” menjadi momentum untuk memperkuat gerakan lingkungan berbasis masyarakat. Perpaduan diskusi santai dengan pendalaman isu perubahan iklim diharapkan mampu melahirkan kesadaran dan aksi nyata.

 

Sinergi antara pesantren, sekolah, masyarakat, serta jaringan LPBI NU diharapkan dapat memperkuat upaya menghadapi ancaman perubahan iklim dan persoalan lingkungan, mulai dari tingkat lokal hingga nasional.

 

Momentum Muktamar ke-35 NU pun tidak hanya menjadi ruang pembahasan persoalan organisasi, tetapi juga dimanfaatkan untuk mendorong gerakan kepedulian terhadap lingkungan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *