JOMBANG – Gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) membawa berkah bagi warga sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Salah satunya dirasakan para pengemudi ojek yang kebanjiran penumpang selama muktamar berlangsung.
Salah seorang pengemudi ojek, Suyono, mengaku pendapatannya meningkat signifikan sejak ribuan muktamirin mulai berdatangan ke Jombang. Dalam sehari, ia bisa mengantongi penghasilan hingga Rp400 ribu.
“Alhamdulillah, sejak ada Muktamar NU ini penumpang ramai. Biasanya sehari paling Rp150 ribu sampai Rp200 ribu, sekarang bisa sampai Rp400 ribu,” ujar Suyono.
Menurutnya, lonjakan penumpang terjadi karena banyak muktamirin membutuhkan transportasi untuk menuju lokasi penginapan, arena muktamar, maupun sejumlah pesantren dan tempat ziarah di sekitar Jombang.
Aktivitas para pengemudi ojek terlihat meningkat sejak pagi hingga malam. Mereka bergantian mengantar dan menjemput muktamirin yang datang dari berbagai daerah.
Suyono mengatakan peningkatan pendapatan tersebut menjadi rezeki tersendiri bagi warga lokal. Ia berharap kegiatan berskala besar seperti Muktamar NU juga terus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
“Ya mudah-mudahan acara seperti ini sering digelar, supaya warga sekitar juga ikut merasakan manfaatnya,” katanya.
Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada 27-31 Agustus 2026 dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah.
Selain pengemudi ojek, keberadaan muktamirin juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil, pedagang makanan, pemilik warung, hingga penyedia jasa transportasi di sekitar lokasi.
Ramainya aktivitas ekonomi warga menjadi salah satu dampak langsung penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU bagi masyarakat Jombang dan sekitarnya.



