Muktamar NU Bahas Peta Jalan Menuju NU Digdaya 2050

JOMBANG – Sidang Komisi Program Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) membahas peta jalan menuju terwujudnya NU Digdaya 2050. Pembahasan diarahkan untuk menyusun program strategis organisasi dalam menghadapi tantangan hingga dua dekade mendatang.

Sidang Komisi Program berlangsung di salah satu ruang persidangan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Dalam pembahasan tersebut, para muktamirin mengkaji berbagai program yang dinilai penting untuk memperkuat kapasitas organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi NU bagi masyarakat dan bangsa.

Peta jalan NU Digdaya 2050 disusun sebagai kerangka jangka panjang agar program organisasi tidak berhenti pada kepengurusan lima tahunan. Setiap periode kepengurusan diharapkan memiliki kesinambungan dalam menjalankan agenda strategis NU.

Pembahasan juga menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia. NU membutuhkan kader yang memiliki kapasitas keilmuan, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Selain sumber daya manusia, penguatan kelembagaan menjadi salah satu perhatian dalam penyusunan program. Organisasi diharapkan semakin profesional dalam tata kelola, memiliki sistem yang terintegrasi, serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi.

Bidang ekonomi juga menjadi bagian dari pembahasan. Kemandirian ekonomi warga NU dinilai perlu diperkuat melalui pengembangan berbagai potensi yang dimiliki organisasi dan masyarakat.

Para muktamirin turut membahas pentingnya penguatan sektor pendidikan, kesehatan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat. Berbagai sektor tersebut dipandang sebagai bagian dari kontribusi NU dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Dalam konteks perkembangan teknologi, transformasi digital juga menjadi kebutuhan penting organisasi. Digitalisasi diharapkan dapat memperkuat pelayanan, komunikasi, pengelolaan data, hingga pengembangan berbagai program NU.

Komisi Program kemudian berupaya menyelaraskan berbagai usulan tersebut agar menjadi program yang realistis, terukur, dan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Hasil pembahasan Komisi Program selanjutnya akan dibawa ke sidang pleno untuk mendapatkan pengesahan sebagai bagian dari keputusan Muktamar ke-35 NU.

Melalui peta jalan NU Digdaya 2050, NU diarahkan memiliki visi jangka panjang yang mampu menjaga kesinambungan program sekaligus memperkuat peran organisasi dalam menghadapi perubahan sosial, ekonomi, teknologi, dan kebangsaan.

Muktamar ke-35 NU berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *