JOMBANG – Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengapresiasi kerja cepat tuan rumah yang menyiapkan pelaksanaan Muktamar dalam waktu singkat.
Gus Ipul menyebut Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas baru ditetapkan sebagai lokasi Muktamar sekitar 50 hari sebelum pelaksanaan. Meski waktu persiapan terbatas, berbagai kebutuhan Muktamar dapat disiapkan secara cepat dan terkoordinasi.
“Tambakberas baru ditetapkan sebagai tempat Muktamar 50 hari yang lalu. Waktunya sangat singkat. Namun, berkat kerja cepat dan terkoordinasi di bawah arahan langsung Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, seluruh persiapan dapat dilakukan dengan cepat,” ujar Gus Ipul saat pembukaan Muktamar di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, kerja keras tersebut tidak hanya dilakukan panitia pusat, tetapi juga melibatkan panitia lokal dan berbagai unsur yang berada di lingkungan pesantren.
Gus Ipul secara khusus mengapresiasi keterlibatan para santri dalam mendukung penyelenggaraan Muktamar. Para santri tidak hanya membantu kebutuhan teknis, tetapi juga mengembangkan teknologi berbasis chip dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Santri yang sekarang bukan hanya mengaji kitab tetapi juga mengaji data, chip, dan artificial intelligence, alhamdulillah,” katanya.
Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung proses registrasi dan identifikasi peserta, memantau kehadiran, hingga mengatur akses muktamirin ke ruang-ruang persidangan.
Sistem digital terintegrasi itu juga didukung jaringan sekitar 150 kamera CCTV yang digunakan untuk menunjang keamanan dan pemantauan selama Muktamar berlangsung.
Gus Ipul menilai pemanfaatan teknologi menjadi penting mengingat jumlah peserta Muktamar yang cukup besar. Tercatat ada 38 Pengurus Wilayah NU, lebih dari 550 PCNU, serta 33 Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) yang masing-masing diwakili empat unsur.
“Besarnya jumlah peserta ini membutuhkan sistem digital yang terintegrasi untuk efektivitas waktu dan transparansi. Sistem yang digunakan ini dirancang dan dikembangkan oleh para santri,” jelasnya.
Ia mengatakan penggunaan teknologi tersebut menunjukkan kemampuan santri dalam mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan tradisi keilmuan pesantren.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran panitia Muktamar, termasuk Ketua Steering Committee (SC) KH Ahmad Said Asrori, Sekretaris SC Prof. Mohammad Nuh, Sekretaris OC H. Amin Said Husni, serta seluruh panitia lokal.
Pembukaan Muktamar ke-35 NU turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR Ahmad Muzani, sejumlah menteri, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta ribuan muktamirin.
Muktamar ke-35 NU berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.




