Sembilan Kiai Resmi Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU

Kabarjatim.com, JOMBANG – Sembilan kiai resmi ditetapkan sebagai anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Penetapan tersebut merupakan hasil rekapitulasi nasional dari proses penjaringan calon AHWA yang dilakukan melalui enam kotak suara di area Muktamar ke-35 NU.

Dari enam kotak tersebut, panitia mengumpulkan total 539 surat usulan nama calon AHWA. Rinciannya, Kotak 1 sebanyak 95 surat, Kotak 2 sebanyak 96 surat, Kotak 3 sebanyak 92 surat, Kotak 4 sebanyak 104 surat, Kotak 5 sebanyak 80 surat, dan Kotak 6 sebanyak 72 surat.

Setiap proses pengumpulan dan penghitungan diawasi relawan yang berasal dari sejumlah Pengurus Cabang (PC) dalam negeri maupun Pengurus Cabang Istimewa (PCI) luar negeri, termasuk perwakilan Taiwan, Belanda, dan Inggris.

Berdasarkan hasil rekapitulasi nasional, sembilan kiai dengan perolehan suara terbanyak ditetapkan sebagai anggota AHWA. Berikut daftar lengkapnya:

1. KH Nurul Huda Djazuli (Ploso) – 485 suara.

2. Tgk KH Nuruzzahri Yahya (Waled Nu) – 477 suara.

3. Ag Dr KH Baharuddin HS, MA – 392 suara.

4. KH Miftachul Akhyar – 350 suara.

5. KH Afifuddin Muhajir – 339 suara.

6. KH Anwar Iskandar – 326 suara.

7. KH Anwar Manshur (Lirboyo) – 303 suara.

8. Prof Dr KH Said Aqil Siroj – 273 suara.

9. Dr KH Abun Bunyamin, MA – 268 suara.

Panitia menyatakan hasil tersebut sebagai rekapitulasi nasional final. Data itu menjadi rujukan resmi susunan AHWA Muktamar ke-35 NU setelah seluruh hasil dari enam bilik penghitungan digabungkan.

Dalam prosesnya, penetapan AHWA sempat diwarnai ketegangan setelah pembacaan tata tertib pemilihan calon Ketua Umum PBNU. Sejumlah peserta sempat menyampaikan keberatan hingga suasana ruang sidang menjadi riuh.

Namun, situasi tersebut tidak berlangsung lama. Suasana kembali kondusif setelah dzurriyah para pendiri NU, panitia lokal Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, dan alumni turut membantu menenangkan peserta.

Setelah sembilan anggota AHWA ditetapkan, mereka dijadwalkan melakukan sowan ke Ndalem Kasepuhan KH Wahab Hasbullah. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian musyawarah sebelum penentuan Rais Aam PBNU periode 2026-2031.

Sembilan anggota AHWA selanjutnya akan bermusyawarah untuk merumuskan rekomendasi calon Rais Aam. Hasil musyawarah tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam menentukan arah kepemimpinan Nahdlatul Ulama untuk lima tahun mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *