RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Siap Layani Pasien TBC

Sumenep: Sebagai bentuk antisipasi penularan Tuberculosis atau TBC, Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Jawa Timur, menyediakan ruangan khusus bagi pasien mengidap penyakit menular tersebut.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dr. Hj. Erliyati, M.Kes., melalui Kasi Informasi Arman Endika mengungkapkan, RSUD akan menyiapkan kamar khusus untuk pasien terdiagnosa penyakit TBC yang tahan atau kebal obat atau disebut Tuberculosis Resisten Obat (TBC RO).

“Dengan menyiapkan kamar khusus pasien tidak perlu lagi dirujuk ke Rumah Sakit Paru Surabaya. Sebab, sudah ada kamar khusus yang kami sediakan,” katanya.

Pasien terdiagnosa TBC nantinya tak cuma mendapatkan ruangan khusus saja, perawatan khusus dari dokter pun juga telah disediakan. “Yang menangani TBC ada dokter khusus” jelasnya.

Selain mendapat perawatan dari dokter, pasien TBC kata Arman juga akan mendapat edukasi dari para dokter.

Edukasi ini mencakup tentang konsumsi obat, efek samping obat, ke mana pasien meminta pertolongan bila suatu saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, dan lain-lain.

Baca Juga  Pelaku Curanmor di Guluk-guluk Ditangkap, Berikut Lima Motor Hasil Curian

Sedang untuk pasien TBC yang sudah berkeluarga, dokter akan menganjurkan seluruh keluarga untuk melakukan pemeriksaan dan mengonsumsi obat pencegahan.

Bila mana ditemukan anggota keluarga lain yang sudah terinfeksi, semisal anak dari pasien TBC, maka dokter akan berkolaborasi dengan dokter anak.

“Upaya pengobatan TBC itu harusnya, kalau (misal) ada yang sakit TBC bapak-bapak, terus dia punya anak kecil, anaknya kan harusnya diberikan obat pencegahan, atau bahkan seluruh keluarga itu harusnya diperiksa,” jelasnya.

Sementara pengobatan penyakit TBC harus mendapatkan tindakan medis selama empat hari sampai enam bulan, dan itu harus rawat inap karena pengobatannya harus intens.

“Pengobatannya ini penting dilakukan segera dan membutuhkan waktu yang lama serta tidak boleh putus. Karena kalau putus, nanti kumannya jadi kebal terhadap obat yang sudah diberikan, nanti pengobatannya jadi lebih sulit,” tandasnya.

%d blogger menyukai ini: