JOMBANG – Makam Pahlawan Nasional KH Wahab Hasbullah di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, menjadi salah satu tujuan para muktamirin dan warga Nahdliyin selama pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Sejak rangkaian Muktamar dimulai, peziarah datang silih berganti untuk berdzikir, memanjatkan doa, sekaligus mengenang perjuangan KH Wahab Hasbullah sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah berdirinya NU.
Mujiono, salah satu peziarah asal Pasuruan, mengatakan dirinya menyempatkan berziarah di sela mengikuti rangkaian Muktamar. Menurutnya, ziarah ke makam KH Wahab Hasbullah menjadi bagian penting ketika berada di Tambakberas.
“Kami ke sini selain mengikuti Muktamar, tentu menyempatkan untuk ziarah. KH Wahab Hasbullah merupakan salah satu tokoh penting NU. Jadi rasanya kurang lengkap kalau sudah sampai Tambakberas tetapi tidak berziarah,” ujar Mujiono.
Ia menjelaskan, ziarah juga menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para ulama terdahulu yang telah meletakkan dasar perjuangan NU bagi bangsa dan negara.
“Kita ingin mendoakan beliau dan mengenang perjuangannya. Mudah-mudahan semangat dan perjuangan para muassis NU bisa terus menjadi teladan bagi kita semua,” katanya.
Antusiasme serupa ditunjukkan rombongan Muslimat dan Fatayat NU asal Blora, Jawa Tengah. Salah seorang peserta, Ismina, sengaja menyempatkan diri berziarah ke makam KH Wahab Hasbullah di sela agenda Muktamar.
“Kebetulan kami datang ke Tambakberas untuk mengikuti Muktamar, jadi sekalian ziarah ke makam Mbah Wahab. Ini menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi kami,” ujar Ismina.
Menurutnya, suasana ziarah terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang digelar di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
“Kami ingin mendoakan para muassis, khususnya Mbah Wahab. Semoga perjuangan beliau untuk NU bisa terus dilanjutkan dan NU ke depan semakin baik,” katanya.
Ramainya peziarah membuat kawasan makam KH Wahab Hasbullah menjadi salah satu titik yang banyak dikunjungi selama Muktamar berlangsung.
Bagi warga Nahdliyin, ziarah tidak hanya menjadi aktivitas religi, tetapi juga sarana mengenang jasa para ulama dan mengambil keteladanan dari perjuangan mereka.
Momentum Muktamar ke-35 NU di Tambakberas pun menjadi kesempatan bagi para muktamirin untuk menapaktilasi sejarah, merawat tradisi ziarah, sekaligus mengenang jasa para muassis yang telah memberikan fondasi bagi perjalanan Nahdlatul Ulama.



