Panitia Muktamar NU Bantah Isu Pemukulan dan Karantina Muktamirin

Kabarjatim.com, JOMBANG – Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) meluruskan informasi terkait isu pemukulan dan dugaan karantina terhadap peserta muktamar. Panitia menegaskan, kejadian yang beredar tersebut terjadi di luar area Muktamar dan tidak berkaitan dengan pelaksanaan persidangan.

Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyampaikan klarifikasi tersebut setelah muncul informasi mengenai dugaan pemukulan yang disebut terjadi di arena muktamar.

Menurut Gus Ipul, peristiwa tersebut berlangsung di luar area yang menjadi tanggung jawab panitia. Karena itu, ia meminta informasi yang beredar tidak langsung dikaitkan dengan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

“Kejadiannya itu di luar arena Muktamar. Jadi jangan sampai kemudian seolah-olah kejadian itu terjadi di dalam arena Muktamar,” ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan, panitia terus berupaya memastikan seluruh rangkaian muktamar berjalan aman dan tertib. Pengamanan juga dilakukan di sejumlah titik untuk menjaga kelancaran agenda organisasi.

Selain isu pemukulan, panitia turut membantah kabar mengenai adanya karantina terhadap peserta Muktamar ke-35 NU. Gus Ipul menegaskan tidak ada kebijakan yang membatasi peserta untuk meninggalkan arena muktamar.

“Tidak ada karantina. Muktamirin bebas, mau keluar-masuk silakan,” tegasnya.

Menurutnya, peserta tetap memiliki keleluasaan untuk menjalankan aktivitas di luar arena selama tidak mengganggu rangkaian persidangan yang sedang berlangsung.

Gus Ipul juga mengimbau seluruh pihak agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Ia meminta peserta dan masyarakat memperoleh informasi mengenai Muktamar ke-35 NU melalui sumber resmi.

Panitia, lanjutnya, berkomitmen menjaga suasana muktamar tetap kondusif hingga seluruh agenda selesai.

Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, berlangsung pada 27-31 Agustus 2026. Forum tersebut menjadi momentum penting bagi NU dalam menentukan kepemimpinan organisasi untuk masa khidmah 2026-2031.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *