Kabarjatim.com, JOMBANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur bersiap mendirikan posko pelayanan guna menyambut pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang. Langkah ini diambil sebagai wujud khidmat serta rasa bangga masyarakat Jawa Timur yang dipercaya menjadi tuan rumah bagi ribuan warga Nahdliyin dari berbagai penjuru Tanah Air.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menegaskan bahwa posko ini disiapkan murni untuk menyambut dan memuliakan tamu, bukan untuk kepentingan politik maupun kegiatan partai.
“Jawa Timur diberikan kehormatan oleh seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama di Indonesia untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar NU. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi masyarakat Jawa Timur untuk menyambut dan memuliakan para muktamirin yang datang,” ujar Ali, Kamis, 13 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Ali Mufthi berharap kehadiran fasilitas sederhana ini dapat memberikan kenyamanan bagi para muktamirin dan delegasi selama berada di Jombang. Ia menekankan kembali bahwa semangat utama Golkar Jatim adalah pelayanan tanpa membedakan latar belakang.
“Nawaitu (niatnya) Golkar Jawa Timur semata-mata untuk memuliakan tamu. Perlu diingat bahwa posko itu tidak bertujuan politis. Mudah-mudahan para muktamirin, para delegasi beserta rombongan dari berbagai penjuru itu merasa termuliakan ketika mereka ikut meramaikan Muktamar NU,” pungkas Ali.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Sumardi, mengungkapkan bahwa posko tersebut dipersiapkan untuk memberikan pelayanan maksimal bagi ribuan jemaah dan peserta muktamar yang akan memadati Kabupaten Jombang.
“Kita bersama PWNU Jatim dengan adanya muktamar di Jombang, kita mau membuat posko, mendirikan posko di sana sebagai salah satu bentuk simpatisan ya, atau sebagai penduduk lokal, kita merasa bangga,” ujar Sumardi.
Ia menambahkan bahwa posko pelayanan ini rencananya akan beroperasi selama 24 jam penuh dengan fasilitas yang meliputi layanan kesehatan, dapur umum, serta ruang istirahat dan mandi guna mengantisipasi keterbatasan okupansi hotel bagi para jemaah.
“Mungkin juga kesehatan, sama dapur umum, terus nanti kita juga menyediakan ruang atau tempat untuk istirahat ya, yang nantinya karena ribuan ya, okupansi hotel nanti juga tidak cukup, sehingga mungkin juga posko ini kita berharap juga bisa digunakan untuk tempat istirahat,”Pungkasnya.





