Kiai Kampung se-Indonesia Akan Kumpul di Malang, Rumuskan Aspirasi ke Para Capres

JAKARTA – Perkumpulan Ulama Untuk Kemaslahatan Umat atau Jami’iyah Lil Maslahatil Ummah akan menggelar Mujadalah Kiai Kampung se-Indonesia di Malang pada 18 November 2023.

Forum ini akan merumuskan persoalan-persoalan dasar kemiskinan desa dan menyampaikannya kepada para Calon Presiden dan Wakil Presiden. Rumusan ini disusun dari serangkaian diskusi yang telah diselenggarakan oleh Jami’iyah dengan para kiai kampung.

Ketua Panitia Mujadalah Kiai Kampung se-Indonesia 2023 Wahyu Muryadi mengatakan para peserta Mujadalah adalah kiai dari sejumlah pondok pesantren terpilih di seluruh Indonesia. Yaitu para kiai yang mengasuh dan memiliki majelis (jamaah), memiliki jaringan (networking) dalam dakwah dan aktif dalam gerakan sosial di area (lokal) daerahnya. “Dari data para koordinator peserta per wilayah, diperkirakan Mujadalah akan dihadiri oleh 200 kiai kampung,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima Kabarjatim.com, Rabu (1/11/2023).

Latarbelakang Mujadalah ini adalah semakin dekatnya momentum Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Semakin dekatnya momentum pesta demokrasi ini membuat para calon mulai gencar mendekati ulama dan kiai demi menarik suara pemilih Islam yang sebagian besar tinggal di perdesaan. Namun, aspirasi dan kebutuhan umat Islam di perdesaan faktanya hingga kini belum benar-benar diperhatikan.

Faktanya dari sekitar 74.957 dan 8.974 kelurahan yang ada di pedesaan Indonesia, sebagian besar warganya mengalami persoalan kesejahteraan. Angka kemiskinan terbesar masih berada di kawasan perdesaan meskipun pemerintah telah mengucurkan dan terus menambah alokasi Dana Desa hingga mampu menekan angka kemiskinan menjadi 9,36 % atau setara 25,90 juta orang (data BPS Maret 2023).

Jumlah warga miskin desa masih mencapai 14,16 juta orang atau 12,22 persen dari jumlah warga miskin di Indonesia. Sementara pesentase kemiskinan di kota berjumlah 11.74 juta orang atau 7,29 persen.

Beberapa persoalan yang diketahui menjadi faktor penghambat kesejahteraan warga desa adalah pertama, rendahnya dukungan pemerintah terhadap kesejahteraan petani dan kemajuan sektor pertanian. Hal ini dibuktikan dengan sulitnya petani mengakses pupuk pertanian dan rendahnya harga jual produk pertanian.

Kedua, sulitnya adanya persoalan kualitas dan akses pendidikan untuk warga desa, terutama terkait pesantren. Masih ada ketimpangan kualitas pendidikan (antara kota dan desa) akibat minimnya komitmen pemerintah. Para kiai kampung mengusulkan adanya kesetaraan bantuan pemerintah antara sekolah negeri dengan pesantren-pesantren di desa, baik untuk murid maupun guru. Ketiga, masih adanya ketimpangan pelayanan kesehatan akibat rendahnya kualitas fasilitas kesehatan di perdesaan. “Ketiga hal utama inilah dan beberapa soal lain yang akan menjadi bahasan dalam Mujadalah Kiai Kampung,” kata Wahyu Muryadi.

Jami’iyah Ulama Lil Maslahatil Ummah (Perkumpulan Ulama Untuk Kemaslahatan Umat) adalah organisasi sosial keagamaan yang berdiri di Malang Jawa Timur sejak tahun 2004 dan dipimpin oleh Syech Najib Salim Atamimi.

Jami’iyah aktif bergerak dalam berbagai kegiatan keagamaan dan membina Yayasan Al Hassanah (Al Hassanah Foundation) yang mengelola lembaga pendidikan Islam di Suko Kecamatan Maron Probolinggo Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *