Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Harlah Ke-100 NU Besok

JAKARTA – Preden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam resepsi harlah ke-100 NU versi Masehi yang akan dilaksanakan di Istora Senayan, Jakarta pada Sabtu (31/1/2026).

“Mudah-mudahan besok Bapak Presiden tidak berhalangan, bisa hadir bersama kami. Hal teknis sudah dikoordinasikan termasuk sama Paspampres,” ujar Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya saat Konferensi Pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Sebagaimana diketahui, NU dilahirkan pada 16 Rajab 1344 H bertepatan dengan 31 Januari 1926 M. Sebelumnya, pada 2023 lalu di Sidoarjo, Jawa Timur, digelar peringatan harlah 1 abad NU versi Hijriah.

Sebagai rangkaian acara harlah ke-100 NU esok hari, PBNU telah melaksanakan sejumlah acara, antara lain halaqah road map 25 tahun NU yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan pada 25 Januari 2026 lalu.

Pada Jumat (30/1/2025) juga digelar Inisiatif program NU dengan entitas bisnis internasional, Harvest Corporation yang berbasis di Singapura, di Hotel JW Marriot Jakarta. Inisiatif tersebut berupa Syariah Double Services, inisiatif membangun basis pelayanan syariah global.

Gus Yahya menegaskan bahwa seluruh kepengurusan PBNU, mulai mustasyar, syuriyah, tanfidziyah, a’wan, hingga tingkat lembaga dan badan otonom akan hadir dalam acara esok hari. Hal tersebut juga diafirmasi oleh Rais Syuriyah PBNU Muhammad Nuh, saat Rapat Pleno PBNU pada Kamis (29/1/2026). Diharapkan momentum peringatan 100 tahun esok juga menjadi ajang persatuan seluruh unsur NU. “Semuanya sudah menyatakan kembali guyub lagi. Pak Muhammad Nuh sudah menyerukan supaya semua ikut hadir resepsi harlah besok pagi. Alhamdulillah persiapan juga sudah lengkap,” katanya.

Tidak hanya itu, perwakilan 38 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan 500-an Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) juga sudah mengonfirmasi hadir dalam agenda tersebut. “Sebagian besar peserta sudah tiba dan menyiapkan diri di pusat penginapan di Hotel Sultan Jakarta,” ujarnya.

Gus Yahya memperkirakan jumlah keseluruhan peserta dan jamaah yang akan hadir antara 8-10 ribu orang dalam peringatan harlah 100 tahun NU berdasarkan kalender Masehi besok. Karena keterbatasan tempat, panitia juga menyiapkan instrumen khusus di luar Istora.

Menutup pernyataannya, Gus Yahya juga menyampaikan bahwa tema harlah ke-100 NU sudah ditetapkan pada 21 Agustus 2025 lalu, yakni “Mengawal Indonesia Merdeka menuju Peradaban Mulia”.

Secara harfiah di dalam pembukaan proklamasi ini untuk peradaban mulia, bukan untuk kepentingan bangsa rakyat Indonesia sendiri, tapi untuk seluruh umat manusia. “Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan pri-kemanusiaan dan pri-keadilan,” katanya mengutip Pembukaan UUD 1945.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa aspirasi proklamasi kemerdekaan itu bukan hanya aspirasi Indonesia, tapi segala bangsa. “Kemerdekaan Indonesia ini memperjuangkan peradaban mulia untuk seluruh umat manusia,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *