Kabarjatim.com, Jombang– Iklim investasi di Kabupaten Jombang terusik aksi premanisme di lingkungan industri. PT Handsome Investments Indonesia yang berlokasi di Dusun Kedung Asem, Desa Bandar Kedungmulyo, Kecamatan Bandar Kedungmulyo resmi menempuh jalur hukum setelah menjadi korban dugaan intimidasi, pengusiran karyawan, dan penganiayaan oleh sekelompok orang di area pabrik.
Pihak perusahaan secara resmi melaporkan insiden yang terjadi pada Jumat (12/6/2026) tengah malam tersebut ke Mapolres Jombang pada Rabu (17/6/2026). Laporan ini teregistrasi dengan Nomor Bukti Laporan: STTLPM/520.RESKRIM/VI/2026/SPKT/POLRES JOMBANG/POLDA JAWA TIMUR.
Berdasarkan data yang dihimpun, kronologi kejadian bermula sekira pukul 23.40 WIB ketika empat orang pria berinisial MLN, KDK, RE, dan DDK masuk ke kawasan operasional pabrik melalui gerbang depan tanpa izin. Saat para terlapor masuk, dua petugas keamanan pabrik sedang berada di area belakang untuk mengawal truk molen yang membawa cor beton pembangunan fasilitas penunjang perusahaan.
Begitu berhasil masuk, keempat oknum tersebut diduga langsung membuat keonaran dengan mengintimidasi dan mengusir paksa para karyawan yang sedang lembur. Tak hanya kekerasan verbal, aksi tersebut berujung pada penganiayaan fisik yang menyebabkan dua orang pekerja mengalami luka-luka.
Mewakili pihak perusahaan, MB selaku pemegang mandat tanggung jawab PT Handsome Investments Indonesia menegaskan, langkah pelaporan ini diambil untuk melindungi hak dan keselamatan para pekerja yang kini mengalami syok psikologis, terutama para buruh *shift* malam.
“Aksi ini terjadi pada malam hari, sekitar pukul 23.54 WIB. Mereka masuk ke area perusahaan dan melakukan pemukulan terhadap pekerja kita yang sedang bertugas. Untuk nama-nama oknum yang terlibat, seluruhnya sudah kami serahkan secara resmi dalam berkas laporan di kepolisian,”ujar MB, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (19/6/2026).
Pihak manajemen berharap aparat penegak hukum memberikan atensi penuh dan bertindak cepat guna memberikan jaminan keamanan di lingkungan industri demi keberlangsungan investasi di Jombang.
“Kami sangat berharap pihak keamanan, dalam hal ini Polres Jombang, dapat merespons laporan ini dengan baik. Penegakan hukum yang tegas sangat penting agar investasi dari PT Handsome maupun perusahaan-perusahaan lainnya di wilayah Jombang dapat berjalan aman, lancar, dan terbebas dari segala bentuk gangguan luar,”Imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, pihak kepolisian membenarkan adanya pelaporan terkait dugaan aksi premanisme dan penganiayaan di lingkungan perusahaan penanaman modal tersebut. Kasus ini kini tengah ditangani intensif oleh penyidik Satreskrim.
“Benar mas, masih kami lakukan penyelidikan,”Ungkap Kanit Pidana Umum Satreskrim Polres Jombang, Ipda Rendro Lastono, melalui pesan singkat WhatsApp.





