Kabarjatim.com, JOMBANG – Kebakaran hebat yang melanda toko grosir snack di Dusun Gebangmalang, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, pada Rabu (13/5/2026) dini hari, diduga kuat dipicu oleh unsur kesengajaan. Dugaan ini muncul setelah rekaman CCTV memperlihatkan aksi seorang pria yang melempar benda diduga bom molotov ke arah bangunan sebelum api berkobar.
Berdasarkan rekaman CCTV berdurasi 12 detik yang beredar, peristiwa tersebut terekam sekira pukul 02.12 WIB. Terlihat seorang pria pengendara sepeda motor berhenti di depan toko, menyalakan api pada benda yang dibawanya, lalu melemparkannya ke arah sasaran. Tak lama berselang, api mulai muncul dan melalap bangunan milik Sofiyullah (52) tersebut.
Kepala Desa Bandung, Anang Fauzi, mengonfirmasi keberadaan bukti visual yang diambil dari kamera pengawas toko di sebelah lokasi kejadian. Rekaman tersebut kini menjadi petunjuk krusial bagi pihak kepolisian dalam mengusut kasus ini.
Kapolsek Diwek, AKP Darul Huda, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat dengan mengamankan perangkat *Digital Video Recorder* (DVR) dari lokasi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) susulan pun telah dilakukan pada Rabu pagi.
“Kami sudah olah TKP kembali, korban juga sudah melapor dan kami mintai keterangan. Sementara terkait dugaan lemparan molotov masih kami selidiki lebih lanjut,”Terangnya. Rabu (13/5/2026).
Sebelumnya, kebakaran ini dilaporkan warga sekira pukul 02.30 WIB saat toko dalam kondisi tutup. Meskipun warga sempat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya, kobaran tetap membesar hingga menghanguskan bangunan berukuran 10×12 meter.
Petugas Damkar Jombang dan BPBD yang tiba di lokasi sekira pukul 02.40 WIB membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk menjinakkan api. Penanganan dinyatakan selesai pada pukul 04.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp100 juta.
Pihak kepolisian kini tengah mendalami identitas pria dalam rekaman tersebut guna mengungkap motif di balik aksi dugaan pembakaran toko grosir tersebut.





