JAKARTA – Hujan dengan intensitas lebat serta padatnya volume kendaraan mengakibatkan munculnya banyak lubang di sepanjang Tol Transjawa. Selain membahayakan, kondisi ini juga mengancam kelancaran arus mudik pada Idul Fitri 1447 Hijriah.
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Irmawan, mendesak Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) segera menuntaskan perbaikan ruas jalan tol yang berlubang. Hal ini menyusul persiapan menghadapi lonjakan volume kendaraan pada arus mudik Lebaran mendatang.
“Kami meminta BPJT melakukan tindakan cepat untuk menyisir ruas jalan tol yang berlubang dan segera melakukan perbaikan sebelum masa mudik tiba. Apalagi saat ini kami mendapatkan informasi banyak ruas jalan tol yang berlubang karena instensitas hujan tinggi akhir-akhir ini,” ujar Irmawan di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Dia menjelaskan infrastruktur yang rusak seperti jalan bergelombang dan berlubang merupakan faktor krusial penyebab kecelakaan, terutama saat kendaraan melaju tinggi. Selain risiko pecah ban dan kehilangan kendali, kerusakan jalan juga memicu kemacetan akibat pengereman mendadak di tengah padatnya arus lalu lintas.
Irmawan mengingatkan bahwa kondisi jalan tol merupakan bentuk pelayanan publik. Masyarakat yang telah membayar tarif tol berhak mendapatkan fasilitas yang aman dan layak. “Jangan sampai peristiwa kecelakaan terus berulang akibat faktor yang sama dari tahun ke tahun. Negara harus hadir memastikan perjalanan warga aman,” tegasnya.
Lebih lanjut, legislator asal Aceh ini menyoroti efektivitas perbaikan. Ia meminta pengelola jalan tol tidak hanya melakukan penambalan “kosmetik” yang bersifat sementara, tetapi mengevaluasi kualitas konstruksi, sistem drainase, hingga ketahanan struktur terhadap beban kendaraan berat.
“Metode penambalan memang penting untuk penanganan cepat, tetapi harus disertai evaluasi menyeluruh. Tanpa perbaikan permanen, biaya pemeliharaan jangka panjang justru akan membengkak,” tambah Irmawan.
Komisi V DPR RI mendorong BPJT dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk segera melakukan inspeksi teknis komprehensif guna memastikan tidak ada kerusakan jalan yang membahayakan saat puncak mobilitas masyarakat nanti.






