JOMBANG – Wangi sarung yang baru dicuci dan aroma khas hidangan berbuka mulai menyelimuti sudut-sudut Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Muttaqin, Jombang. Namun, Ramadan tahun 2026 ini terasa jauh lebih istimewa bagi para santri. Di tengah syahdu lantunan ayat suci Al-Qur’an, sebuah kado indah hadir membawa senyum lebar di wajah-wajah muda penjaga tradisi kitab kuning ini.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, sebuah asrama santri baru resmi berdiri kokoh di lingkungan pesantren. Bantuan yang diserahkan secara simbolis pada Februari 2026 ini seolah menjadi jawaban atas doa-doa panjang pihak pengelola pondok yang selama ini berikhtiar menyediakan tempat bernaung yang lebih layak.
Pembangunan yang telah dirintis sejak akhir 2025 tersebut disambut dengan rasa haru. Maklum saja, asrama putra yang lama sudah mulai sesak, sementara antusiasme santri untuk menimba ilmu agama terus mengalir deras. Bangunan baru ini bukan sekadar tumpukan bata dan semen, melainkan ruang bernapas baru bagi para santri tingkat SMP dan SMA untuk tumbuh lebih nyaman.
“Kami sangat bersyukur. Di saat kami sedang memutar otak untuk menambah ruang bagi santri, bantuan dari BRI Peduli hadir tepat waktu. Ini benar-benar meringankan langkah kami dalam menyediakan fasilitas yang memanusiakan para santri,” tutur Iqbal Fillah, Bendahara Ponpes Darul Muttaqin dengan mata berkaca-kaca.
Bantuan senilai Rp 100 juta ini menjelma menjadi fasilitas yang representatif. Di bulan Ramadan, saat jadwal pengajian kilat kitab kuning begitu padat—mulai dari salat Tarawih hingga tadarus larut malam—keberadaan asrama yang sejuk dan tenang menjadi kunci. Energi para santri tetap terjaga karena mereka memiliki tempat istirahat yang berkualitas di sela-sela ibadah.
“Bantuan ini benar-benar terasa seperti berkah langit untuk pondok kami. Harapan saya, langkah kebaikan seperti ini tidak berhenti di sini, tapi terus mengalir dan menyentuh pesantren-pesantren lain yang juga sedang berjuang memperbaiki fasilitasnya,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Iqbal tersebut.
Melalui BRI Peduli, bank pelat merah ini menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir dalam urusan finansial, tetapi juga menyentuh aspek spiritual dan pendidikan. Dengan menciptakan lingkungan belajar yang teduh di balik dinding asrama, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki daya saing tinggi di masa depan.






