Penghuni Surga Minta Rokok

Sebuah kisah lucu tentang Penghuni Surga yang minta rokok. Kisah ini diceritakan oleh Habib Jamal bin Toha Baagil dari Malang dalam sebuah ceramahnya.

Cerita penghuni surga minta rokok ini diawali dengan ada seorang ulama yang bermimpi orang sholeh masuk surga. Mengutip pendapat ulama, di surga nanti ada tiga hal yang tidak ada. Pertama adalah Toilet. Karena penduduk surga tidak akan buang air. Semua makanan atau minuman yang dikonsumsi akan keluar melalui keringat.

Bahkan, keringat penduduk surga memiliki aroma yang harum. Kemudian, di Surga tidak ada Tua. Semua penduduk surga berusia maksimal 33 tahun. Entah itu jutaan tahun di surga maka usia masih tetap 33 tahun. Selanjutnya, di Surga tidak ada api. Karena penduduk surga ketika ingin apapun langsung terwujud tanpa harus melalui proses.

Habib Salim bin Abdulloh bin Umar Asyatiri pernah bercerita, dalam mimpi ada seorang Sholeh yang masuk surga. Dalam Surga tersebut, ditanya oleh malaikat. Hingga terjadilah dialog antara hamba Soleh penduduk surga dengan malaikat.

“Wahai penghuni surga, apa yang kalian inginkan,” kata malaikat.

“Saya ingin makan Rawon Malaikat,” kata orang sholeh

Seketika itu keluarlah secara ajaib makanan rawon.

“Setelah Rawon, kalian mau apalagi,” tanya Malaikat.

“Ingin minum Es Jeruk,” kata orang sholeh.

Seketika itu, keluarlah es jeruk.

“Nah, setelah es jeruk ingin apa lagi,” tanya Malaikat.

“Saya ingin Rokok Dji Sam Soe,’ kata penduduk Surga.

Seketika itu keluar rokok Dji Sam Soe sesuai permintaan.

“Lha terus koreknya mana malaikat,” tanya penduduk Surga karena yang keluar hanya rokok tanpa korek.

“Sampean Khan sudah dibilangi, jika di sira tidak ada api,” sanggah Malaikat

“Lha terus ini bagaimana? Rokok.. rokok,” kata si Fulan bersikeras

” Ya kamu datang saja ke neraka. Minta api kepada Malaikat Malik (penjaga neraka),” kata Malaikat.

Saking Ngidamnya ngerokok, Hamba yang Soleh inipun nekat berangkat ke neraka demi mendapatkan api. Bahkan ia menemui malaikat penjaga meminta agar dibukakan pintu neraka demi menyulut sebatang Dji Sam Soe.

Baca Juga  Abu Nawas Bakar Tenda, Sultan Harun Al Rasyid Pun Kalah

Begitu pintu neraka dibukakan, ia langsung pengab dan panas. Hamba yang Soleh ini pun sekilas melihat betapa mengerikannya pemandangan di Neraka. Hingga dia tak kuasa dan meminta malaikat untuk menutup lagi pintu neraka. Pun demikian, sebatang rokok Dji Sam Soe juga sudah menyala.

Sambil Ngebul, Si Fulan ini berjalan menuju Surga dengan tujuan bisa merokok di Surga. Namun ketika mendekati pintu surga, si Fulan dicegat oleh malaikat. “Stop… Jangan Masuk. Di Surga No Smoking,” bentak malaikat

“Saya penduduk Surga.. Malaikat,” kata si Fulan

Menurut Habib Jamal, Hamba tersebut ketakutan. Ingin merokok di Surga tidak boleh dan merokok di neraka ketakutan. Hingga sangking takutnya, ia pun terbangun. Dan sejak saat itu, si Fulan inipun berhenti merokok.

Kontan ceramah Habib Jamal bin Tohaa Baagil ini membuat jamaah langsung tertawa. Rupanya tidak berhenti disitu. Soal Rokok, Habib Jamal Bin Toha juga ada kisah lagi. Bahkan, kisah ini dialaminya sendiri sewaktu masih di Hadramaut.

Ada ulama besar Imam Husain Bin Syekh Abu Bakar Bin Salim. Karena bencinya kepada rokok, seluruh tanaman tembakau di kebun miliknya dibakar semua. Bahkan, tanaman tembakau milik orang lain pun dibeli kemudian dibakar. Ulama ini sangat menjaga agar negerinya aman dari bahaya merokok.

Suatu ketika, Habib Jamal bertemu dengan cucu Syekh Husain di Jakarta. Ternaya, cucunya ini malah perokok berat. “Mbahmu dulu mengharamkan rokok. Bahkan, kebun tembakau miliknya dibakar. Tembakau milik orang lain juga dibeli yang kemudian dibakar juga. Lha kok kamu malah jadi perokok berat,” tegur Habib Jamal.

“Iya bib.. Mbahku duitnya banyak. Tembakau di kebun dibakar. Bahkan beli tembakau orang kemudian dibakar. Lhaa duit saya sedikit makanya saya Bakari satu-satu. Ini sama bakarnya bib,” cletuknya.

Melihat jawaban cucunya syekh Husein, Habib Jamal tertawa. “Tak pikir pikir Yo bener jawabane.. Ya wes rokok rokok en, nek perlu rokok panganen,” kelakarnya.

 

 

 

 

 

 

 

%d blogger menyukai ini: