Kabarjatim.com, JOMBANG – Prof. Dr. KH. Masykuri Bakri kembali dipercaya menakhodai Presidium Nasional Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) periode mendatang. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) dan Halal Bihalal IKAPETE yang berlangsung di Pesantren Tebuireng, Jombang, Sabtu (18/4/2026).
Dalam mengemban amanah tersebut, Kiai Masykuri akan didampingi oleh Dr. H. Achmad Roziqi yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen). Penetapan struktur pengurus ini dibacakan langsung oleh KH Ahmad Junaidi Hidayat di hadapan ratusan alumni yang memadati lokasi Munas.
Kiai Junaidi menjelaskan bahwa proses pemilihan dilakukan melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), di mana sembilan kiai sepuh memutuskan struktur kepengurusan tersebut.
”Dari sembilan kiai yang masuk AHWA, yang hadir enam orang, termasuk saya dan Kiai Mustain Syafii,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Al-Aqobah Jombang tersebut.
Setelah pengumuman tersebut, para pengurus terpilih mendapatkan ucapan selamat langsung dari Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin). Turut hadir memberikan apresiasi adalah Menteri Haji dan Umroh RI, KH Muhammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan.
Dalam sambutannya, Gus Irfan mengapresiasi kekompakan alumni yang hadir dari berbagai daerah. Namun, cucu Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari ini memberikan catatan khusus terkait regenerasi organisasi. Ia mengamati bahwa mayoritas peserta Munas masih didominasi oleh alumni berusia di atas 50 tahun.
”Untuk tahun depan, tolong libatkan Generasi Z, baik sebagai panitia maupun peserta. Kita perlu memastikan estafet kepemimpinan dan semangat Tebuireng terus mengalir ke generasi muda,” tegas Menteri yang baru menjabat enam bulan tersebut.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Munas, Rosul Suripno, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan yang digelar sejak Jumat (17/4/2026) ini juga dimeriahkan dengan Festival Pesantren Tebuireng. Menurutnya, forum ini menjadi ajang konsolidasi penting bagi alumni di seluruh pelosok negeri.
Mengenai mekanisme pemilihan, Rosul menegaskan bahwa IKAPETE mempertahankan tradisi pesantren di mana keputusan akhir tetap bersandar pada restu dan arahan pengasuh.
”Penjaringan nama dilakukan dari peserta, namun keputusan akhir ditentukan oleh pengasuh. Siapa pun yang ditunjuk harus siap mengemban amanah demi kemaslahatan organisasi,” pungkasnya.





