Mensos Gus Ipul di Jombang: Bansos Bakal Diupdate Tiap 3 Bulan, Tak Ada Lagi Salah Sasaran!

JOMBANG – Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan komitmen pemerintah untuk membenahi karut-marut data kemiskinan. Dalam kunjungannya ke Jombang, Sabtu (28/02/2026), ia mensosialisasikan penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai solusi agar bantuan sosial (bansos) tepat sasaran.

Bertempat di Pendopo Kabupaten Jombang dan didampingi Bupati Warsubi, Gus Ipul meminta seluruh elemen, mulai dari kepala desa hingga operator data, untuk bekerja ekstra dalam memvalidasi data lapangan.

Alur Pendataan Berjenjang dan Akurat

Gus Ipul menjelaskan bahwa data kemiskinan tidak boleh bersifat statis. Untuk menjamin akurasi, proses pendataan akan dilakukan secara formal dan berjenjang. Level Dasar yakni Pendataan dimulai dari tingkat RT dan RW. Validasi Desa: Data diteruskan ke kelurahan atau desa. Integrasi Daerah: Data masuk ke Dinas Sosial Kabupaten. Finalisasi Nasional: Data berakhir di sistem DTSEN pusat.

“Data ini akan dilakukan pemutakhiran atau di-update setiap 3 bulan sekali. Kita ingin memastikan tidak ada lagi warga yang seharusnya dapat justru terlewat, atau sebaliknya,” ujarnya.

Nantinya, masyarakat akan dikelompokkan dalam peringkat desil 1 hingga desil 10. “Sistem rangking ini dirancang untuk memudahkan pemerintah dalam menentukan jenis intervensi atau bantuan yang paling dibutuhkan oleh keluarga tertentu,”Tandasnya.

Selain soal DTSEN, Gus Ipul juga membawa kabar baik mengenai Digitalisasi Bansos. Saat ini, Dewan Ekonomi Nasional (DEN) tengah menggodok sebuah aplikasi khusus yang memungkinkan masyarakat mengajukan usulan bantuan secara mandiri.

“Melalui aplikasi ini, setiap orang bisa menyampaikan usulan memperoleh bansos. Namun, nanti yang akan memverifikasi dan menjawab adalah sistem atau mesin aplikasi tersebut berdasarkan data yang ada,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *