Soal Hukuman Fisik di SMAN 3 Jombang, Walimurid : Kejadiannya tidak seperti yang diberitakan

JOMBANG: Alik Yuniati (38) orang tua dari salah satu siswa yang mendapatkan hukuman fisik di SMAN 3 Jombang, yang sempat viral di media sosial menyayangkan komentar dari pihak sekolah yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.

“Anak ku nggak bolos seperti apa yang dibilang di media, anak ku gak keluar atau pulang diwaktu jam kosong, memang wktu itu sudah jam mau pulang, anak ipa lainnya aja juga sudah keluar, dan kenapa hanya anak kelas IPS yang yang dihukum semuanya,” ujarnya saat ditemui kabarjatim.com di kediamannya di jalan Halmahera 6 Kaliwungu Selatan.

Selain itu, menurut perempuan yang juga merupakan alumni dari SMAN 3 Jombang pada tahun 2003 tersebut ulah oknum guru yang melakukan hukuman fisik terhadap para siswa sudah terjadi sejak zaman dirinya bersekolah di sekolah tersebut.

“Tidak hanya 10-20 anak yang pernah dihukum sama pak Prayuda, bahkan sudah ratusan anak, sejak zaman dahulu beliau suka menghukum fisik,”Imbuhnya.

Pihaknya berharap agar pihak sekolah memberikan keterangan yang sebenarnya yang terjadi di lapangan. Hal ini dikarenakan dengan pemberitaan yang terjadi selama ini seolah-olah lebih menyudutkan kepada siswa yang terkena hukuman fisik.

“Anakku juga saat berangkat sekolah dalam keadaan sehat-sehat saja tidak sakit dari rumah seperti apa yang dibilang oleh Bapak Kepala Sekolah,” Tandasnya.

Bahkan pihaknya juga menganggap bahwa sekolah menutupi kejadian yang sebenarnya terjadi, karena sebelum para siswa memberikan keterangan, para siswa dibreafing terlebih dahulu. Bahkan mereka juga sempat membuat pernyataan untuk tidak mau lagi diwawancarai oleh media,”pungkasnya.

Sebelumnya, Sebuah video dua siswa lemas di ruangan UKS viral di media sosial, Selasa (13/12). Dua siswa SMAN 3 Jombang itu terbaring lemas setelah mendapat hukuman fisik dari gurunya.

Dalam video berdurasi 10 detik itu dua siswa tergolek lemas di ranjang UKS sekolah. Beberapa petugas UKS terlihat mengerubungi. Keduanya diberikan pertolongan pertama baik dengan oksigen maupun pijatan di tangan. Pengirim video, menuliskan keterangan dalam Bahasa Jawa.

“Arek SMA 3 dikongkon pus ap x100 jik ditambah maneh 50, gurune jenenge p Yuda, mungkin ben dadi Hulk bekne,” atau dalam Bahasa Indonesia “Anak SMA 3 disuruh push up 100 x dan masih ditambah 50, gurunya bernama P Yuda, mungkin biar jadi Hulk kali,” tulis pengunggah video.