SURABAYA, Program SMA Double Track kembali digelar pada 2025 dengan melibatkan sebanyak 144 SMA di Jawa Timur.
Pada tahun ini pelaksanaan program SMA Double Track memasuki tahun ke-7 atas kerjasama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bersama Institute Tekologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS).dan masih sebagai salah satu program unggulan.
Seperti tahun sebelumnya, program ini dilaksanakan untuk memberikan keterampilan kepada para siswa SMA di Jawa Timur yang tidak akan melanjutkan ke perkuliahan setelah lulus dari SMA. Dengan keterampilan yang dimiliki diharapkan mereka bisa menjadi pengusaha muda atau terserap sebagai karyawan perusahaan yang terampil sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup untuk masa mendatang.
Pelaksanaan program diawali dengan pembekalan materi kepada para trainer yang ditunjuk sesuai bidang dan keahlian atau Training on Trainer (ToT) yang dilaksanakan pada 18-26 Februari di dua tempat sekaligus.
Materi pelatihan keterampilan yang diberikan yakni tata boga, tata busana, tata rias, multimedia dan keterampilan otomotif yang langsung diajarkan para ahli kepada para trainer wakil masing-masing SMA.
Program Director SMA Double Track, M. Zainul Asrori mengatakan, ToT menjadi ini adalah perhatian utama, karena ujung tombak dari keberhasilan sebuah program.
“ToT kali ini diikuti oleh 320 trainer dan berlangsung selama 8 hari, dari 18 hingga 26 Februari 2025. Peserta dibagi sesuai bidang masing-masing, seperti desain, multimedia, tata busana, tata boga, TKR, dan elektro. Penambahan trainer peserta ToT selalu terjadi setiap tahun
setiap tahun.” ujarnya.
Asrori juga menambahkan, ada satu bidang baru pelatihan dalam ToT diberikan pada tahun ini, yakni pelatihan AI yang disesuaikan dengan perkembangan zaman digital yang makin berkembang dan dibutuhkan banyak dunia kerja. Pelatihan AI diberikan secara mendalam disetiap bidangnya.
“Pelatihan AI tahun ini diberikan kepada trainer sebagai materi yang sesuai dengan perkembangan saat ini. Misalnya modifikasi resep atau pembuatan resep baru itu juga kita bisa menggunakan AI,” pungkas Dosen Fisika ITS itu.
Peserta program SMA Double Track pada tahun ini mengalami penambahan peserta sebanyak 20 sekolah, dan totalnya menjadi 144 sekolah. Penambahan tersebut berasal dari berbagai daerah, termasuk Probolinggo, Jember, dan Madura.
Program SMA Double Track Jawa Timur menjadi program unggulan dengan tujuan mencetak lulusan siap kerja dan mampu bersaing.