Ini Penyebab Pengikut Dimas Kanjeng Jadi Penurut

dimas_kanjeng
dimas_kanjeng

SURABAYA-Hampir semua Pengikut Dimas Kanjeng Pribadi menjadi penurut dan tidak mau menerima apapun selain dari sang Guru. Rupanya, selama berada di Padepokn Dimas Kanjeng Pribadi di Desa Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mereka diberi minum air sakti. Air ini diduga sebagai sarana untuk menghipnotis para pengikut sehingga menjadi penurut.

Kasubdit I Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim Kombes Pol AKBP Cecep Ibrahim mengatakan, munculnya air sakti itu berasal dari pengakuan Dimas Kanjeng Pribadi saat diperiksa oleh pihak kepolisian. “Tiap malam jum’at ada semacam pengajian di Pedepokkan itu. Meraka para pengikut diberi minum air tersebut,” kata Cecep di Mapolda Jatim, Kamis (29/9/2016).

Lebih jauh ia menjelaskan, rupanya air tersebut bukan berasal dari Padepokan Dimas Kanjeng sendiri, melainkan didatangkan dari Padepokkan lain. Sayangnya, Cecep enggan menyebut nama pedepokkan itu.

“Air itu beli dari Padepokkan lain seharga Rp250 Ribu per galon. Sehingga setiap minggu Padepokkan itu dikirimi air yang mengandung doa-doa. Saya tidak bisa menyebutkan nama Padepokan pemasok air itu,” jelasnya.

Baca Juga  1100 Pengikut Dimas Kanjeng Berasal Dari Luar Probolinggo

Senada juga dikatakan oleh Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis. Menurutnya, pengikut Taat Pribadi seperti terkena pengaruh Hipnotis. Mereka menjadi penurut kepada Dimas Kanjeng. Belum lagi ditambang dengan doktrin-doktrin yang semakin memperkuat posisi Dimas Kanjeng di mata pengikut-pengikutnya.

“Seperti menggunakan Hipnotis agar para pengikutnya nurut dan setia kepada Taat Pribadi. Buktinya, sampai saat ini masih ada yang bertahan di pedepokkan Taat Pribadi meskipun yang bersangkutan sudah ditangkap Polisi,” jelasnnya.

Seperti diberitakan, Taat Pribadi atau Kanjeng Dimas ditangkap oleh petugas gabungan Polres Probolinggo dan Polda Jatim pada Kamis, 22 September 2016 lalu. Karena luasnya rumah dan padepokan yang ia kelola dan banyaknya pengikut, polisi mengerahkan 600 personel untuk polisi untuk menangkap pemilik gelar Sri Raja Prabu Rajasa Negara itu.

%d blogger menyukai ini: