Misteri Jasad Eks Aspol Ploso Terungkap: Ibu dan Anak Asal Nganjuk

JOMBANG – Misteri penemuan dua jasad perempuan di bangunan terbengkalai eks Asrama Polri (Aspol) Ploso, Desa Rejoagung, Kabupaten Jombang, akhirnya terungkap. Pihak kepolisian memastikan bahwa kedua korban adalah ibu dan anak asal Kabupaten Nganjuk, berinisial SK (35) dan NC (6). Kepastian identitas warga Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang tersebut didapat setelah Satreskrim Polres Jombang melakukan pencocokan data antemortem dengan temuan krusial di lokasi kejadian perkara (TKP).

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menjelaskan bahwa meskipun identifikasi sidik jari sulit dilakukan karena kondisi jenazah yang sudah rusak, penyidik menemukan sejumlah kecocokan fisik yang sangat kuat. “Dari hasil olah TKP, jenazah memang belum berhasil diidentifikasi melalui sidik jari karena kondisinya sudah rusak. Secara ilmiah nanti akan kami lakukan tes DNA untuk memastikan lebih lanjut,” ujar AKP Dimas saat dikonfirmasi di lokasi.

Identitas korban anak dikuatkan melalui anting yang masih melekat di telinga serta sandal yang ditemukan di lokasi, yang kemudian dicocokkan dengan foto milik keluarga. Sementara itu, suami korban juga mengenali sepenuhnya pakaian terakhir yang dikenakan sang istri saat meninggalkan rumah. Petunjuk utama lainnya adalah keberadaan sepeda motor Yamaha Vega bernomor polisi AG 5053 WO di area bangunan tua peninggalan Belanda tersebut. “Sepeda motor itu dibenarkan oleh suami, lengkap dengan surat-surat kendaraan yang ditunjukkan kepada kami. Jadi memang betul milik yang bersangkutan,” tambahnya.

Di dalam bangunan yang telah kosong sejak tahun 2014 itu, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti yang menjadi teka-teki baru, di antaranya satu botol BBM jenis Pertalite, korek api, serta satu botol cairan pembersih lantai berwarna hijau. “Kunci motor juga kami temukan berada di bawah tubuh jenazah saat olah TKP. Pakaian dan anting dikenali, keluarga menyatakan itu benar anaknya,” tegasnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, SK dan anaknya diketahui meninggalkan rumah di Nganjuk pada Selasa dini hari menjelang subuh tanpa pamit dan tanpa menggunakan helm. Sang suami sempat melakukan pencarian ke berbagai kerabat sebelum akhirnya melapor ke Polsek Gondang pada Rabu siang pukul 13.00 WIB. “Pagi harinya, dini hari menjelang subuh, korban meninggalkan rumah tanpa pamit membawa sepeda motor dan tidak menggunakan helm,” jelasnya.

Ironisnya, hanya berselang satu jam setelah laporan kehilangan dibuat, kabar penemuan mayat di Ploso, Jombang, mulai mengudara. Penemuan jasad di lubang puing bangunan eks asrama polisi tersebut menunjukkan adanya luka bakar pada beberapa bagian tubuh. Hingga kini, kepolisian masih menunggu hasil autopsi resmi untuk memastikan penyebab pasti kematian serta mendalami motif di balik peristiwa tragis di gedung tua terbengkalai yang dibangun sejak era Belanda tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *