JOMBANG : Teka-teki penemuan dua jasad perempuan yang terbakar di lubang bekas asrama Polri Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang, akhirnya mulai menemui titik terang. Pihak kepolisian kini menduga kuat bahwa kedua korban merupakan pasangan ibu dan anak asal Kabupaten Nganjuk. Dugaan ini muncul setelah penyelidikan lapangan menunjukkan kecocokan antara temuan di lokasi kejadian dengan laporan orang hilang yang masuk ke kepolisian dua hari sebelumnya.
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengungkapkan bahwa identifikasi awal ini diperkuat dengan ditemukannya satu unit sepeda motor Yamaha Vega bernopol AG 5053 WO di lokasi. Kendaraan tersebut menuntun petugas kepada seorang pria yang mengaku sebagai suami dari korban dewasa. “Setelah kami lakukan penyelidikan, kami mendapatkan suami dari jenazah itu. Dua hari sebelumnya, suami ini melaporkan orang hilang, istrinya yang meninggalkan rumah pagi hari bersama anak, dengan motor tersebut,” ujar AKP Dimas pada Rabu (25/2) malam.
Meski petunjuk di lapangan sudah sangat mengerucut, pihak kepolisian menegaskan bahwa identitas resmi masih menunggu pembuktian ilmiah. Saat ini, tim medis masih kesulitan melakukan identifikasi fisik karena kondisi jenazah yang rusak. “Sampai saat ini jenazah belum berhasil diidentifikasi karena beberapa sidik jari sudah rusak, sehingga belum bisa kami baca dengan alat identifikasi,” jelasnya. Jika metode sidik jari tetap gagal, penyidik telah menyiapkan langkah alternatif melalui tes DNA atau pencocokan data antemortem korban, termasuk verifikasi pakaian terakhir yang dikenakan.
Tragedi memilukan ini pertama kali terungkap saat warga menemukan dua jenazah di puing bangunan terbengkalai dengan kondisi kulit mengelupas akibat terbakar. Di lokasi, polisi juga mengamankan sebuah botol berisi cairan yang diduga kuat merupakan bahan bakar minyak (BBM). Hingga kini, Satreskrim Polres Jombang terus melakukan pendalaman intensif untuk mengungkap motif di balik kematian tragis ini. “Secara penyelidikan memang suami sudah melaporkan kehilangan istri dan anak. Namun secara ilmiah identitas belum bisa kami pastikan. Dugaan sementara kuat ini ibu dan anak asal Nganjuk,”Pungkasnya.






