JOMBANG – Kepolisian Resor (Polres) Jombang kini tengah bekerja ekstra keras mendalami penyebab pasti kematian tragis jenasah ibu dan anak yang ditemukan di bangunan bekas asrama Polri, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang.
Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengonfirmasi bahwa kedua korban berjenis kelamin perempuan. “Yang pertama perempuan dewasa, dan satu lagi anak kecil yang juga berjenis kelamin perempuan,” ungkapnya saat ditemui langsung di lokasi kejadian.
Suasana di lokasi penemuan pun kian mencekam setelah polisi mengamankan sejumlah barang bukti krusial. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah ditemukannya botol berisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di dekat posisi kedua jenazah.
Saat disinggung mengenai dugaan pembunuhan, AKP Dimas Robin belum berani berspekulasi lebih jauh. Pihaknya masih mengumpulkan petunjuk untuk menyimpulkan motif di balik tragedi ini.
“Kami lakukan penelitian lebih lanjut untuk menyimpulkan apakah ini merupakan pembunuhan atau memang ada penyebab lain,” jelasnya dengan nada serius.
Kondisi fisik kedua korban juga menjadi sorotan tajam tim penyidik. Selain sudah muncul lebam yang menandakan korban telah meninggal lebih dari satu hari, terdapat luka bakar di beberapa bagian tubuh jenazah.
“Ada beberapa bagian yang terbakar dan kondisi mayat juga sudah lebam. Untuk kepastiannya, kami masih menunggu hasil pemeriksaan mendalam dari dokter forensik,” pungkas AKP Dimas Robin.
Sebelumnya, warga Dusun Rejoagung mendadak gempar setelah menemukan dua sosok tak bernyawa tergeletak di dalam bangunan kosong yang dulu berfungsi sebagai asrama korps bhayangkara. Hingga saat ini, garis polisi masih melintang di lokasi kejadian sementara warga sekitar masih dilingkupi rasa penasaran dan kecemasan akan identitas kedua korban.






