JAKARTA – Jumlah korban meninggal akibat bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus bertambah. Berdasarkan laporan BNPB, hingga Minggu (25/1/2026) pukul 23.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 17 orang, sementara 73 warga masih dilaporkan hilang.
Hingga Minggu malam, sebanyak 10 korban meninggal dunia telah teridentifikasi, sementara 7 korban lainnya masih dalam proses identifikasi. “Angka jumlah korban ini bersifat sementara dan masih akan terus dilaksanakan verifikasi lapangan oleh tim pencarian dan pertolongan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D, dikutip Senin (26/1/2026).
Dia menjelaskan, longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan terjadi pada Sabtu 24 Januari sekitar pukul 02.30 WIB di Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah. Material longsoran menimbun permukiman warga dan menyebabkan korban jiwa serta warga terdampak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 34 kepala keluarga atau 113 jiwa terdampak. Jumlah pengungsi tercatat 498 jiwa yang saat ini menempati aula Kantor Desa Pasirlangu. Selain korban jiwa, bencana ini juga mengakibatkan 30 unit rumah warga terdampak di Kampung Pasirkuning dan wilayah sekitarnya.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana melalui Surat Keputusan Nomor 100.3.3.2/Kep.25-BPBD/2026 yang berlaku mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026. Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI-Polri, Dinas Sosial, Tagana, dan unsur terkait lainnya terus melakukan pencarian dan pertolongan korban di lokasi kejadian.
Seiring meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Barat, BNPB melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah mitigasi untuk menurunkan intensitas curah hujan. OMC telah berlangsung sejak 12 Januari 2026 di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan mengerahkan dua unit pesawat, yakni PK-JVH dan CASA 212 A-2105, yang beroperasi dari Lanud Halim Perdanakusuma.
Dalam pelaksanaannya, pesawat PK-JVH melaksanakan 32 sortie di wilayah Jawa Barat dengan total bahan semai 32.000 kilogram selama periode 13–22 Januari 2026. Sementara itu, pesawat CASA 212 A-2105 melaksanakan 19 sortie di wilayah DKI Jakarta dengan total bahan semai 12.400 kilogram pada periode 16–22 Januari 2026.
Untuk mengoptimalkan pengendalian curah hujan, sejak 23 Januari 2026 BNPB menambah dua unit pesawat Caravan dalam pelaksanaan OMC. Operasi ini juga dapat diperluas ke wilayah Provinsi Banten apabila terjadi peningkatan potensi cuaca ekstrem.






