Satlantas Polres Jombang Bakal Kandangkan Bus Ugal-ugalan Selama Sebulan

JOMBANG – Satlantas Polres Jombang mengambil langkah tegas, Tak main-main, kepada setiap bus penumpang yang kedapatan membahayakan para Pengguna jalan, Hal ini gunaMerespons maraknya armada bus yang ugal-ugalan di jalan raya.

Tindakan tegas tersebut yakni dengan langsung ditilang dan armadanya dikandangkan selama satu bulan penuh di Kantor Satlantas Polres Jombang. Kebijakan ini diambil berdasarkan arahan langsung dari Pimpinan Polres Jombang guna menjamin keselamatan pengguna jalan lainnya.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Jombang, Ipda M. Sutris menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi bagi sopir bus yang masih nekat melakukan aksi ugal-ugalan atau membahayakan nyawa penumpang dan pengendara lain.

“Sesuai arahan Pimpinan Bapak Kapolres Jombang, dan Kasatlantas Polres Jombang kami akan melakukan penindakan tegas. Jika ditemukan bus yang ugal-ugalan, kami tilang dan kendaraannya akan kami amankan di kantor Satlantas selama satu bulan penuh,” ujar Ipda M. Sutris, Kamis (12/2/2026).

Untuk memastikan aturan ini berjalan efektif, Unit Turjawali Satlantas Polres Jombang akan menggencarkan patroli dengan metode hunting system. “Petugas akan menyisir jalur-jalur rawan kecelakaan dan titik di mana armada bus sering melakukan pelanggaran lalu lintas.,”Imbuhnya.

Masih Menurut M. Sutris, personelnya akan bergerak secara dinamis di lapangan. Jika dalam patroli tersebut ditemukan armada yang melanggar marka, melebihi batas kecepatan, atau menyalip secara berbahaya, petugas akan langsung melakukan pemberhentian dan penindakan di tempat.

“Unit Turjawali akan melakukan patroli hunting system. Begitu ditemukan armada bus yang ugal-ugalan, langsung kami berhentikan. Ini demi keselamatan bersama,” tegasnya.

Masih menurut M. Sutris, Langkah preventif dan represif ini diambil menyusul evaluasi kejadian kecelakaan di Kecamatan Perak. sanksi mengandangkan armada selama satu bulan dapat memberikan efek jera, baik bagi sopir maupun pihak perusahaan otobus (PO).

“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami harap para sopir bus sadar bahwa ada banyak nyawa yang mereka bawa, dan ada pengguna jalan lain yang juga ingin selamat sampai tujuan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *