SIDOARJO : Sebanyak 33 Kepala Sekolah (Kepsek) diduga kuat nekat meninggalkan tugas di hari kerja demi berwisata ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ironisnya, mereka diduga menggunakan modus cuti “keperluan keluarga” demi meloloskan agenda tamasya massal tersebut.
Bukan sekadar perjalanan pribadi, aksi “bolos berjamaah” ini terendus sangat terencana. Hasil investigasi tim redaksi menemukan bahwa rombongan ini berangkat secara kolektif pada Jumat (6/2) sekitar pukul 04.30 WIB.
Satu unit bus pariwisata berwarna hijau dari Mekar Jaya Abadi Tour dengan nopol L 7617 UB menjadi saksi bisu keberangkatan puluhan abdi negara ini. Titik kumpul yang seragam kian mempertegas bahwa ini bukan kebetulan, melainkan agenda yang telah disusun rapi.
“Alasannya seragam: cuti keperluan keluarga. Tapi berangkatnya bareng-bareng pakai satu bus travel. Ini yang janggal,” ungkap seorang sumber internal kepada redaksi.
Kepala BKD Sidoarjo, Ahmad Misbahul Munir, mengonfirmasi bahwa izin cuti puluhan Kepsek tersebut memang keluar dari mejanya.
“Mereka mengajukan cuti dan kami berikan, karena itu merupakan hak pegawai,” jelas Misbahul. Namun, ia tidak merinci apakah validasi alasan “kepentingan keluarga” tersebut sudah diverifikasi kebenarannya atau sekadar formalitas di atas kertas.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo, Tirto Adi, justru terkesan “kecolongan”. Saat dikonfirmasi pada Minggu (8/2), ia mengaku belum mencium adanya mobilisasi massal bawahannya tersebut.
“Saya belum mengecek informasi itu. Mohon maaf belum bisa memberikan pernyataan,” dalihnya singkat.




