JOMBANG – Warga Dusun Budug, Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang mendadak gempar dengan penemuan mayat bayi berjenis kelamin laki-laki di Dam A. Yani, Selasa (10/3/2026). Jenazah bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh penjaga pintu air saat tengah melakukan pengecekan rutin debit air di lokasi tersebut.
Peristiwa ini bermula sekira pukul 17.00 WIB, saat saksi bernama Rokani sedang mengontrol aliran air di Dam A. Yani. Saat itulah, pandangannya tertuju pada sesosok jasad kecil yang mengapung di antara aliran sungai. Mengetahui hal tersebut, saksi segera melaporkan temuan tersebut ke Polsek Sumobito yang kemudian diteruskan ke Satreskrim Polres Jombang untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander mengonfirmasi adanya penemuan jasad bayi tersebut. Pihaknya segera menerjunkan tim identifikasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan bahan keterangan dari para saksi di lokasi kejadian. “Benar, jasad bayi laki-laki ditemukan di Dam A. Yani. Saat ini tim sudah melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah ke rumah sakit,” jelasnya, Selasa (10/3/2026) malam.
AKP Dimas menjelaskan bahwa saat ini kepolisian masih menunggu kedatangan dokter forensik untuk melaksanakan proses autopsi guna mengetahui secara pasti penyebab kematian bayi tersebut, termasuk apakah ada unsur kekerasan atau kesengajaan. “Kami masih menunggu hasil otopsi dari dokter forensik untuk memastikan berapa lama bayi tersebut sudah meninggal dunia dan penyebab pastinya,” imbuhnya.
Selain melakukan penyelidikan internal, Polres Jombang juga melakukan koordinasi dengan Polres di wilayah tetangga yang dialiri oleh aliran Sungai Brantas. Langkah ini diambil untuk memastikan apakah ada laporan kehilangan anggota keluarga atau kejadian orang tenggelam di wilayah hulu sungai. “Kami berkoordinasi dengan Polres sebelah yang satu jalur aliran sungai jika memang ada laporan kehilangan bayi,” tambahnya.
Hingga saat ini, area di sekitar Dam A. Yani telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Kepolisian juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun terkait kejadian ini atau mengetahui adanya kecurigaan di lingkungan sekitar untuk segera melapor kepada pihak berwajib. “Kasus ini masih dalam penyelidikan intensif Satreskrim Polres Jombang,” tandas AKP Dimas.






