JOMBANG – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT PWI ke-80 di Kabupaten Jombang menjadi panggung nyata kolaborasi antara insan pers dengan aparat penegak hukum. Mengusung semangat “Polisi Baik, Polri untuk Masyarakat” dan visi “Membangun Pers yang Adaptif di Era Digital”, kedua institusi ini berkomitmen menjaga ruang publik dari serangan hoaks.
Acara yang berlangsung khidmat di Kantor PWI Jombang, Jl. KH. Wahid Hasyim, Senin (9/2/2026), dihadiri langsung oleh Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, beserta jajaran pejabat utama (PJU) Polres Jombang, termasuk Kasat Reskrim AKP Dimas Robin Alexander.
Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, menegaskan bahwa di tengah tantangan digitalisasi yang kian kompleks, jurnalis dituntut untuk terus adaptif, inovatif, dan konsisten. Menurutnya, jurnalisme yang berpegang pada etika adalah kunci utama membedakan informasi faktual dengan kabar bohong.
“Pers adalah ujung tombak informasi. Di era digital ini, kami harus adaptif namun tetap konsisten menjaga marwah jurnalistik. Informasi yang kami sajikan melalui proses penyaringan ketat, bukan asal ‘nyemplung’ tanpa ilmu,” tegas Mufid.
Ia juga menyoroti banyaknya oknum yang mencatut nama wartawan hanya bermodal kartu pers cetakan sendiri. “Pekerja pers yang murni adalah mereka yang profesional, terdidik, dan memiliki integritas untuk mencerdaskan bangsa,” imbuhnya.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, menilai peran pers yang inovatif dalam mengemas klarifikasi berita sangat membantu tugas kepolisian dalam menciptakan kondusivitas wilayah.
“Kami berterima kasih kepada PWI Jombang. Selama ini, rekan-rekan media sangat membantu dalam pelurusan isu dan klarifikasi hoaks. Ini adalah wujud nyata sinergi Polri untuk Masyarakat, di mana kami membutuhkan dukungan media untuk menjaga stabilitas daerah,” ujarnya.
Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur. Sinergi ini diharapkan terus terawat sebagai peluang untuk membangun masyarakat Jombang yang lebih literat secara digital.
Sebagai informasi, Hari Pers Nasional yang diperingati setiap 9 Februari merujuk pada lahirnya PWI di Surakarta pada tahun 1946. Melalui Keppres No. 5 Tahun 1985, pemerintah meresmikan momentum ini sebagai penghormatan atas peran vital pers dalam pembangunan nasional serta perjuangan menjaga kedaulatan informasi di Indonesia.



