JOMBANG: kepolisian Resort Jombang meresmikan tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), diwilayah hukum polres setempat. Peresmian ini juga menandai mesin penggerak ekonomi baru bagi warga Kota Santri, serta menjadi lapangan kerja baru bagi warga sekitar.
Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, mengungkapkan bahwa setiap unit SPPG mampu menyerap hingga 43 relawan yang seluruhnya merupakan warga lokal. Artinya, untuk tiga titik yang baru diresmikan ini saja, ada lebih dari 120 lapangan kerja baru tercipta.
“Prioritas kami adalah warga sekitar. Kami ingin program ini dirasakan manfaatnya dari hulu ke hilir, mulai dari yang memasak hingga yang menerima manfaatnya,” ujarnya. Jumat, 23 Januari 2026.
Ia menambahkan, Pihaknya juga berkomitmen menggandeng Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), Koperasi Merah Putih, hingga BUMDes untuk menyuplai bahan pokok. serta Petani dan Peternak Lokal Jadi Pemasok Utama dan tidak akan bergantung pada distributor besar.
“Bahan pangan kita ambil dari petani dan peternak lokal. Ini adalah komitmen kami untuk menumbuhkan ekonomi kerakyatan,” tambahnya.
Terpisah, Bupati Warsubi dalam sambutannya memaparkan data yang mencengangkan: angka stunting di Jombang merosot tajam dari 4,46% menjadi 3,4% di akhir 2026.
Prestasi ini mengantarkan Jombang sebagai Peringkat Pertama di Regional 1 (Jawa, Bali, dan Sumatera) dalam penanganan stunting, hingga diganjar dana insentif fiskal dari pusat sebesar Rp6,49 miliar.
“Saat ini sudah ada 67 SPPG yang beroperasi. Kami masih butuh sekitar 30 unit lagi agar seluruh pelosok Jombang tercover program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini,” jelas Warsubi.
Meski mengejar kuantitas, Bupati Warsubi menegaskan tidak ada kompromi soal kualitas. Dari 67 unit yang ada, 45 unit sudah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Ia mewanti-wanti agar seluruh bahan protein hewani wajib bersertifikat demi mencegah risiko keracunan dan menjamin standar kesehatan tinggi bagi para siswa, balita, dan ibu hamil.
Dengan sinergi kuat ini, Jombang membuktikan bahwa program nasional Presiden Prabowo Subianto bisa dijalankan dengan sentuhan lokal yang memberdayakan.






