JOMBANG – Sebanyak 651 pembalap dari berbagai daerah memadati lintasan Jalan Dr. Soetomo, Kabupaten Jombang, dalam ajang Rookie Drag Competition Kapolres Jombang Cup yang digelar pada Minggu (18/01) pagi.
Pantauan di lokasi, kompetisi ini diikuti oleh talenta lokal Jombang hingga peserta dari luar Provinsi Jawa Timur. Sejak pukul 10.00 WIB, deru mesin mulai terdengar di sirkuit nonpermanen tersebut sebagai tanda dimulainya persaingan sengit antarpembalap. Selain itu, di samping area balap, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi dengan membeludaknya penonton yang memenuhi area pinggir lintasan untuk menyaksikan aksi para jagoan balap.
Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, menuturkan bahwa event ini merupakan jawaban atas kerinduan masyarakat akan tontonan olahraga otomotif yang berkualitas. “Event yang dinanti-nantikan oleh warga Jombang khususnya pecinta otomotif melalui kegiatan ini berharap agar lahir bibit-bibit pembalap muda potensial yang ada di kabupaten sekitar,” ujarnya saat ditemui di arena balap.
Pihaknya berharap, selain sebagai wadah prestasi, penyelenggaraan balap motor ini memiliki misi penting untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas di jalan raya serta menghilangkan balap liar di Kabupaten Jombang. “Ke depan harapannya nantinya agar balapan liar di Kabupaten Jombang tidak ada lagi,” harapnya.
Masih menurut orang nomor satu di Mapolres Jombang ini, penyelenggaraan acara ini merupakan hasil kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Timur dan sejumlah sponsor utama.
“Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan kompetisi yang berkelanjutan di wilayah Jawa Timur. Dan ini juga bekerja sama dengan IMI Jawa Timur, AE Indonesia, dan pihak-pihak sponsor ini akan dilaksanakan berkelanjutan di beberapa kabupaten yang ada di Jawa Timur,” jelasnya.
Selain itu, Kapolres mengimbau para pemuda agar menyalurkan hobi mereka di tempat yang sudah disediakan oleh pemerintah dan organisasi otomotif. Jalur resmi dinilai jauh lebih bermanfaat dan aman bagi perkembangan karier seorang atlet balap dibandingkan jalanan umum. “Oleh karena itu, balapan liar jangan ada lagi di Kabupaten Jombang. Bakat minat dapat dikembangkan di jalur-jalur resmi dipertandingkan seperti ini,” pungkasnya.






