Peringati “September Hitam”, BEM Unim minta Presiden Jokowi Usut Tuntas Pelaku Pelanggar HAM

MOJOKERTO: Puluhan Mahasiswa dari Badan Esekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Majapahit menggelar aksi teatrikal memperingati “Targedi Setember Hitam” di Halaman Pemerintah Kota Mojokerto. Hal tersebut dilakukam sebagai refkeksi tragedi – tragedi pergerakan yang terjadi pada masa masa silam.

Pantauan dilokasi, aksi diawali dengan konfoo sepeda dari kampus Unim menuju ke Gedung Pemerintah Kota Mojokerto dengan mendapatkan pengawalan dari aparat kepolisian. Sesampainya di depan Kantor Pemkot Mojokerto, Puluhan mahasiswa menggelar aksi teatrikal tragedi mei 98 turunya rezim orde baru. Acara kemudian dilanjukan dengan refleksi dan nobar film dokumenter tragdi mei 98.

Presiden BEM Unim, Dicki Rahmawan mengatakan, agenda ini sebagai bentuk pengingat akan tragedi kemanusian, dan Pelanggaran HAM yang terjadi di Bangsa Indonesia.

“Banyak sekali tragedi yang terjadi, mulai dari Semanggi I, Semanggi II, Pembunuhan aktifis munir yang hingga saat ini belum selesai hingga saat ini,”Ujarnya saat ditemui disela-sela aksi. Kamis, 29 September 2022.

Untuk itu, sebagai mahasiswa wajib mengingat dan serta mengambil pelajaran berharga dari tragedi – tragedi yang terjadi. pihaknya juga meminta secara khusus kepada presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan kasus tragedi kemanusian yang terjadi.

“Secara khusus meminta kepada presiden jokowi untik menyelesaikan kasus – kasus tersebut sesuai dengan janji – janji kampanyenya,” Tandasnya.

Agenda setember hitam BEM Universitas Islam Majapahit ditutup dengan Doa Bersama kepada para korban Mei 98, serta Aktifis Munir.

Exit mobile version