Cegah Ladang Ganja Terulang, Satresnarkoba Polres Jombang Sosialisasi ‘Waspada Pendatang’ di Tanjung Gunung

JOMBANG – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jombang terus memperketat pengawasan di wilayah pemukiman penduduk. Sebagai langkah antisipasi dini, petugas melakukan sosialisasi intensif kepada warga Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Peterongan, untuk lebih selektif dan waspada terhadap keberadaan penghuni pendatang baru.

Langkah ini diambil berkaca pada kasus penemuan ladang ganja di wilayah Mojongapit beberapa waktu lalu, di mana pelaku memanfaatkan kelengahan warga sekitar untuk menjalankan aksi ilegalnya.

Dalam kegiatan yang berlangsung pada Minggu (25/1), petugas menemui tokoh masyarakat dan warga setempat guna memberikan edukasi mengenai modus operandi peredaran narkoba yang kini merambah ke kawasan pedesaan dengan menyamar sebagai penyewa rumah atau kos-kosan.

Kasat Narkoba Polres Jombang, Iptu Bowo Tri Kuncoro, menegaskan bahwa peran aktif masyarakat adalah kunci utama dalam memutus rantai peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Jombang.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga, terutama di Desa Tanjung Gunung, agar tidak acuh terhadap lingkungan sekitar. Jika ada pendatang baru yang gerak-geriknya mencurigakan atau tertutup, segera koordinasikan dengan RT, RW, maupun Bhabinkamtibmas,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kasus ladang ganja di Mojongapit menjadi pelajaran berharga bahwa pelaku kejahatan narkoba kini lebih cerdik dalam memilih lokasi yang dianggap aman dari pantauan petugas.

“Belajar dari kejadian di Mojongapit, jangan sampai lingkungan kita dijadikan tempat untuk aktivitas ilegal seperti menanam ganja atau gudang penyimpanan narkoba tanpa kita ketahui. Kewaspadaan harus ditingkatkan tanpa harus bersikap diskriminatif terhadap pendatang,” tambahnya.

Bowo Menambahkan, Beberapa Poin Penting yang disampaikan, Yakni Wajib Lapor kepada pendatang baru, Kenali Aktivitas Pendatang baru, jika aktivitasnya mencurigakan harap segera lapor kepihak kepolisian

“Misal, selalu tertutup rapat namun banyak orang asing keluar masuk pada malam hari, serta Memanfaatkan grup WhatsApp warga untuk pelaporan cepat jika ditemukan hal-hal yang janggal,”Tandasnya.

Pihaknya berharap, Melalui sosialisasi ini, tercipta sinergi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat demi mewujudkan Jombang yang bersih dari narkoba. “Sesuai dengan cita-cita bapak kapolres agar Jombang Zero Miras dan Zero Narkoba,”Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *