Rayakan Ruwah Desa, Ribuan Warga Wonokerto Wonosalam Tumpah Ruah Berebut Tumpeng dan Parade Sound System Horeg

JOMBANG Ribuan warga memadati ruas jalan Desa Wonokerto, Kecamatan Wonosalam, Jombang, Jawa Timur untuk merayakan tradisi “Ruwah Desa” yang dimeriahkan dengan perebutan tumpeng hasil bumi serta parade karnaval serta Sound Horeg. pada Minggu (1/2) Pagi

Pantauan Dilokasi, Acara yang menjadi agenda tahunan ini dimulai sejak pagi hari di Lapangan SD Wonokerto. Suasana khidmat seketika berubah menjadi riuh saat prosesi “Rebutan Tumpeng” dimulai. Masing-masing dusun di Desa Wonokerto membawa tumpeng raksasa yang berisi hasil bumi seperti sayur-mayur, buah-buahan, hingga palawija sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki dari Yang Maha Kuasa.

“Tumpeng ini adalah simbol kerukunan warga tiap dusun. Rebutan tumpeng bukan sekadar mencari isinya, tapi mengambil berkah dari doa bersama yang sudah dipanjatkan,” ujar Kades Wonokerto, Khoirul Andik, di sela-sela acara.

Ia menambahkan bahwa Ruwah Desa tahun ini dikemas lebih meriah untuk mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus mempromosikan potensi wisata budaya di wilayah Wonosalam.

“Kami ingin tradisi ini terus hidup. Wonokerto punya kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, dan melalui kegiatan ini, kekompakan warga tetap terjaga,” ungkapnya.

Usai prosesi tumpengan, kemeriahan berlanjut dengan pemberangkatan Parade Karnaval. Peserta yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat tampil totalitas dengan kostum unik, mulai dari pakaian adat hingga kreasi seni kontemporer.

Tak hanya visual yang memanjakan mata, telinga pengunjung juga dihentak dengan kehadiran Parade Sound System. Dentuman musik dari deretan truk sound system yang mengiringi peserta karnaval menambah atmosfer semangat di sepanjang rute.

Iring-iringan peserta menyusuri jalanan desa sejauh 2 kilometer, mulai dari garis start di Lapangan SD Wonokerto 1 hingga mencapai garis finish di Balai Desa Wonokerto. Meskipun menempuh jarak yang cukup jauh, antusiasme peserta tetap tinggi, didukung oleh ribuan penonton yang memadati pinggir jalan sepanjang rute.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *