Ya’kub, Pengrajin Wastafel Batu di Jombang

oleh -

JOMBANG-Mungkin kita tak menyangka bahwa di Kabupaten Jombang, terdapat pengrajin dengan bahan dari batu. Seperti yang dilakukan Ya’kub (32), seorang pria di Dusun Sedah, Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.

Pria yang sejak 14 tahun silam bergelut di bidang pemahatan batu, telah membuka usaha sendiri dengan membuat watafel dari batu.
Ia sudah menjalankan usaha sebagai pengrajin batu di Kecamatan Mojowarno, sekitar 4 tahun yang lalu. Namun sebelumnya, keahliannya didapat dari wilayah Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Berbagai macam hasil karyanya yang sudah dibuat, diantaranya ada Wastafel, lampu taman, tempat sabun, bak mandi, meja kursi dan juga patung (Arca). Keseluruhannya terbuat dari batu. Dalam satu bulan ia bisa memproduksi wastafel sebanyak 500 buah. Dengan ukuran dan bentuk yang bervariasi.

“Untuk harga satu buah wastafel bermacam-macam, dari mulai 140 ribu hingga 170 ribu rupiah, tergantung ukurannya. Kalau lampu taman dengan ukuran 80 cm, harganya 300 ribu, yang 1 meter harganya 450 ribu,” ucap Ya’kub, Sabtu (26/01).

Harga patung, lanjut Ya’kub, juga tergantung ukuran. Namun untuk patung sendiri ia biasanya membuat jika ada pemesanan. Hasil karya yang ia buat biasanya dikirim ke luar kota, bahkan ke luar negeri, seperti Amerika, jepang dan lain – lain.

“Untuk harga patung enggak bisa ditentuin mas, tergantung ukuran juga, kalau untuk ukuran 1 setengah meter harganya 600 sampai 800 ribu rupiah, kalau besar mencapai jutaan,” paparnya.

“Patung sendiri kita nunggu pesanan, jadi tidak tiap hari buat. Karena prosesnya juga lama, bahannya juga sekarang sudah agak sulit didapat. Kita lebih mengutamakan wastafel saja,” pungkasnya.

Ya’kub sempat mengeluhkan bahan yang sekarang sudah sulit didapat. Akibatnya berimbas pada harga batu yang naik. Harga bahan batu saat ini mencapai 3 juta rupiah untuk ukuran satu truck.

Bahan baku untuk pembuatan kerajinan tersebut dari dua jenis batu, yakni dari batu kali dan batu hijau. Untuk jenis batu kali biasanya ia datangkan dari wilayah Jombang dan Mojokerto. Sedangkan untuk batu hijau didatangkan dari daerah Pacitan.

Saat ini Ya’kub, memiliki karyawan sebanyak 10 orang dari berbagai Desa di sekitaran wilayahnya. Setiap karyawan masing – masing bisa menyelesaikan 6 buah wastafel dalam satu hari.

 

Editor : Nurul Arifin