Whisnu: Bekerja Keras dan Mengabdi Dulu Sebagai Kader, Rekom Nanti

oleh -

SURABAYA – Wakil Walikota aktif Surabaya juga kader PDIP Whisnu Sakti Buana (WSB) telah mengembalikan formulir bakal calon walikota di Kantor DPC PDIP Surabaya, Jalan Setail No.8, Jumat (13/9/2019) siang. Dia menyatakan siap mendedikasikan diri sebagai salah satu kandidat bakal cawali Surabaya yang berasal dari kader murni.

Meski memiliki dukungan ratusan simpatisan yang juga turut mendampingi Whisnu saat pengembalian formulir, namun Whisnu siap tunduk dan mematuhi setiap aturan dan keputusan dari pengurus partai, utamanya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. Termasuk terkait kelak rekomendasi nama yang ditunjuk sebagai kandidat final cawali yang diusung PDIP.

Di awal kedatangannya di kantor DPC PDIP Surabaya, Whisnu menyampaikan dorongan motivasi pada Ketua DPC PDIP Adi Sutarwijono yang belum lama ini dilantik. Ia mengharap, ketua baru dapat membawa gerbong kesuksesan di masa pengabdian ke depan.

“Semoga komando lebih baik dan mempertahankan kemenangan pada pilkada selanjutnya. Terpenting terus diberikan amanah dan kepercayaan warga Surabaya,” ujar Whisnu.

Politikus Alumnus ITS ini mengaku bersyukur, selama masa jabatannya sebagai wakil walikota mendampingi Walikota Tri Rismaharini berjalan lancar. Beberapa perubahan dan pembangunan cukup sukses digalakkan.

Dirinya masih ingin terus menjadi abdi rakyat dan menyampaikan aspirasi masyarakat. Terutama sesuai dengan misi PDI Perjuangan yang berlandaskan Pancasila. “Kami ingin Membumikan Trisakti dan Pancasila untuk pembangunan kota Surabaya, itu juga kami lakukan di sisa periode,”imbuhnya.

Ingin Berdikari Ekonomi Lewat Kampung Tematik Whisnu pun juga sedikit membeberkan salah satu misinya ke depan, khususnya di bidang perekonomian rakyat. Dia ingin mendorong kemandirian ekonomi rakyat dengan berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) ekonomi lewat cara mengembangkan lagi kampung-kampung tematik. Lewat potensi wisata itu dapat meningkatkan kesejahteraan warga kampung.

Sejalan dengan itu, Whisnu juga ingin penguatan kembali budaya lokal asli Surabaya yang turun temurun hingga masa kini. Contohnya seperti, sedekah bumi, grebek deso dan lain-lain.  Ritual tradisional ini akan menjadi destinasi baru ragam kebudayaan Surabaya.

“Kalau sudah berdikari ekonomi, warga akan berdikari secara politik. Suara mereka, suara rakyat ini adalah suara Tuhan. Jadi mereka tidak akan mudah menjual murah suara mereka,”paparnya.

Ditanya terkait rival yang banyak wajah-wajah baru, Whisnu hanya tersenyum. Dia meyakini bahwa dewan pengurus pusat hanya akan memilih kader PDIP sendiri sebagai kandidat yang berlaga di Pilwalkot 2020 nanti.

“Siapapun nanti tentunya harus kader PDIP. Kader terbaik. Bukan soal Orangnya siapa, orangnya bu risma atau siapa. Nanti DPP juga memberikan yang terbaik pada kader partai,”ujarnya.

Whisnu pun siap menerima siapa pun nanti yang akan ditetapkan dan diputuskan secara resmi oleh DPP PDIP untuk jadi calon atau pasangan calon. Dia hanya berupaya menjadi kader yang bekerja dengan baik dan mematuhi segala prosedur dan ketentuan yang diberikan Partai berlambang banteng ini.

“Kami sebagai kader menjalankan kewajiban dan tugas sebaik-baiknya tanpa menghitung-hitung apapun. Insya Allah nanti akan mengunduh nilai baiknya baik bagi saya maupun penerus saya kelak,” ujarnya. 

Oleh : Phaksy Brewok