Waspada Ombak Tinggi di Perairan Sumenep

oleh -
ILustrasi
ILustrasi

SUMENEP – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Sumenep, Madura, Jawa Timur memprediksi gelombang laut yang terjadi di Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, kemungkinan bukan hanya disebabkan oleh air pasang. Tapi ada awan kumulonimbus yang menyertainya.

“Pada saat terjadi itu ada hujan lebat. Sehingga diwilayah tersebut air laut pasang, terutama di daerah lautan. Ini juga bisa disebabkan karena ada awan kumulonimbus,” kata Usman Khalid, Kepala BMKG Kalianget, Sumenep, Selasa (25/12/2018).

Menurut Usman, awan kumulonimbus merupakan awan vertikal yang menjulang sangat tinggi, padat, dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin. Awan ini terbentuk dari hasil dari ketidakstabilan atmosfer.

Awan kumulonimbus memang bisa memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang yang sifatnya lokal.

“Biasanya awan kumolunimbus ini terjadi bersamaan dengan air pasang dan akan mendorong air ke pinggir. Apalagi pada saat gelombang laut tinggi di Desa Pakandangan Barat itu puncak tertinggi selama musim hujan tahun ini,” terangnya.

Selain itu, Usman juga menegaskan bahwa dalam beberapa hari terakhir memang terjadi air pasang maksimum. Menurutnya ketinggian air pasang yang terjadi tadi malam mencapai 130 centimeter. Tertinggi dibanding dengan malam-malam sebelumnya.

Namun demikian, dalam beberapa hari ke depan air pasang cenderung mengalami penurunan. Warga, terutama yang tinggal di wilayah pesisir, diimbau tetap tenang namun waspada. Apalagi sekarang musim penghujan.

“Tetap waspada dan terus pantau perkembangan cuaca,” tukasnya.

Diketahui, sejumlah bangunan di Dusun Pesisir, Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, Sumenep, Madura, Jawa Timur, rusak akibat diterjang ombak besar selama dua hari.

Bangunan yang rusak tersebut rata-rata dapur warga dan sejumlah tebing laut. Tak hanya itu, warga sekitar juga merasa trauma. Bahkan akibat musibah alam tersebut, ada beberapa orang yang mengungsi. @VIN