Wartawan Sumenep Kutuk Kekerasan Terhadap Jurnalis di Pamekasan

oleh -
Aksi Teatrikal Wartawab (Musyfiq/Kabarjatim)
Aksi Teatrikal Wartawab (Musyfiq/Kabarjatim)

SUMENEP – Kekerasan terhadap wartawan yang bertugas mencari berita terjadi di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Wartawan Sumenep mengutuk keras penganiayaan dan upaya menghalagi tugas jurnalis.

Korbannya, wartawan atas nama Ahmad Jalaluddin Faisol yang dianiaya oleh Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) di Balai Desa Plakpak, Kecamatan Pagantenan, Kabupaten Pamekasan, pada Senin 7 Januari 2019.

Pengeroyokan tersebut terjadi, saat Faisol bermaksud mengkonfirmasi atas dugaan penyimpangan Pokmas di Desa Plakpak, yakni Pekerjaan Proyek Rekonstruksi Penahanan Tebing.

Faisol awalnya meminta untuk dipertemukan kepada Sekretaris Desa (Sekdes) Plakpak. Pada saat itu juga hadir salah satu oknum Ketua Pokmas. Namun, Faisol bukannya diberi ruang peliputan, melainkan mendapatkan intimidasi dengan dicekik lehernya oleh oknum ketua Pokmas di desa tersebut.

Selain dicekik, Faisol juga menerima bahasa kasar dari pihak oknum tersebut. Bahkan, asbak yang berada dilokasi sempat juga akan ditimpakan ke Faisol.

“Kami mengutuk keras kejadian yang tidak mengenakkan terhadap rekan kami. Sebagai kuli tinta, harusnya rekan kami diberi keleluasaan dalam peliputan,” kata Ahmadi Muni, Ketua Asosiasi Media Online Sumenep (Amos) usai melakukan aksi solidaritas di Taman Kota Sumenep, Rabu (9/1/2019).

Menurut Ahmadi, perlindungan hukum terhadap jurnalis yang diatur dalam Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, akan tidak berjalan semestinya apabila wartawan sebagai kuli tinta selalu dianiaya.

Padahal, keberadaan seorang jurnalis adalah murni sebagai komponen penting demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM), walaupun sering kali tidak dihormati, bahkan beberapa kali jurnalis harus berjuang menegakkan demokrasi di negeri ini.

“Apabila tindakan penghalangan terhadap jurnalis ini dibiarkan, juga akan menghalangi publik untuk menerima informasi yang utuh terhadap situasi atau suatu peristiwa,” terangnya.

Untuk diketahui, kasus penganiayaan ini telah resmi dilaporkan ke pihak kepolisian dengan nomor laporan LP/10/1/2019/Jatim/Res PMK tertanggal 7 Januari 2019, dengan penerima laporan adalah SPK Polres Pamekasan.