Warga Jombang Alami Keracunan Massal Usai Santap Hidangan Selamatan

oleh -

Jombang: Puluhan warga Desa Kalang Semanding, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang mengalami keracunan massal usai menyantap hidangan berkat di acara selamatan 40 hari kematian salah satu warga setempat.

Dari informasi yang dihimpun, ada sekitar 40 orang yang mengalami keracunan, delapan diantaranya harus mendapatkan perawatan intensif di puskesmas setempat, selebihnya menjalani rawat jalan.

Mereka yang mendapatkan perawatan intensif terlihat terbaring lemas tak berdaya di ruang rawat inap Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Perak. Rata-rata pasien mengeluhkan pusing dan mual-mual hingga muntah.

“Badan terasa lemas, pusing, mual dan muntah, perut terasa sembelit sampai bolak-balik harus buang air besar,” ucap Ita Yuni Rahmawati, salah satu korban keracunan asal Dusun Ngrombot, Desa Kalangsemanding kepada media, Sabtu 09/11/10.

Ita mengaku tak tahu dari jenis makanan yang mana. Dirinya mendapat kiriman berkat dari terangganya yang lagi mengadakan selamatan 40 hari kematian tetangganya.

“Dari apa saya kurang tahu, pokoknya berkat berisi nasi dengan lauk sate daging, sambal goreng tahu dan mie. Setelah saya makan malam hari (Kamis 07/11), paginya saya lemas dan muntah-muntah, buang air besar sampai sembilan kali,” terangnya.

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Dr. Sri Harini mengatakan, hari ini telah mengambil sample dari makanan yang diduga penyebab keracunan massal dan sejumlah sample lainnya seperti air yang digunakan memasak makanan tersebut dari rumah yang menggelar selamatan tersebut.

“Kita akan lakukan pemeriksaan serta uji laboratorium dulu untuk mengetahui jenis racun apa yang terkandung di makanan tersebut,” tuturnya.

Dari delapan pasien yang dirawat intensif, satu diantaranya sudah diperbolehkan pulang lantaran kondisinya sudah membaik. Sementara empat pasien dirawat di Puskesmas Perak, sedangkan tiga pasien lainnya diantaranya seorang anak usia 7 tahun dirawat di klinik Dr. Eko, Bandarkedungmulyo.(Noe)