Warga Emosi Datangi Kantor Desa Mojowangi

oleh -

JOMBANG – Wahyudi pria yang berusia 55 tahun warga Dusun Mojodukuh, Desa Mojowangi, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang harus melontarkan emosinya di kantor balai desa tempat tinggalnya. 

Emosi pria yang kesehariannya sebagai tengkulak jagung tersebut bukan tanpa sebab. Dirinya tak terima dengan dilayangkannya surat pemberitahuan dari Pemerintah Desa Mojowangi, bahwa ia harus keluar dari rumah yang sudah di tinggali sejak lama. 

“Saya sangat kaget, karena menerima surat pemberitahuan kalau saya dilarang tinggal serumah dengan istri saya,” ucap Wahyudi, Selasa (21/05/2019) malam.

Lebih jauh, Wahyudi menjelaskan bahwa dalam surat pemberitahuan berisi bukti akta perceraian dengan bernomor 3517-CR-24042018-0001, yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Jombang, tertanggal 24 April 2018 silam. Yang menyebutkan hubungan rumah tangganya dengan sang istri, Hari Setyowati, telah berakhir. 

“Nah saya malah jadi bingung, sebab selama ini tidak ada proses perceraian. Kok tiba – tiba, saya mendapat surat pemberitahuan agar tidak boleh hidup serumah,” terangnya. 

Mengetahui bahwa dalam surat pengusiran tersebut ada stempel serta tanda tangan Pramono Hadi, selaku Kepala Desa Mojowangi, Wahyudi kemudian mencoba melakukan klarifikasi langsung kepada yang bersangkutan (Kades). Saat mencoba datangi ke Balai Desa, ia malah dibentak, dan dan di tinggal pergi oleh kades. 

“Saya semakin sakit hati, karena tidak ditemuai saat datang ke balai desa untuk meminta penjelasan. Terlebih lagi tembusan surat ditujukan kepada Kapolsek, Danramil, serta Camat, seperti saya ini tukang membuat onar saja,” pungkas Wahyudi. 

Editor.  :  Rusmiyanto