Varian Omicron Bayangi Pasar, Tembaga Tergelincir

IHSG setelah perdagangan sesi 1, Senin (20/12/2021)
IHSG setelah perdagangan sesi 1, Senin (20/12/2021)

Kabarjatim-Banyang-bayang kasus Omicron ternyata membuat harga tembaga melemah pada perdagangan Senin (20/12/2021). Harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange turun 0,1% menjadi USD9.426,5 per ton, pada pukul 09.40 WIB, demikian laporan Reuters, di Bengaluru.

Dikutip dari situs Ipotnews.com, kontrak tembaga Januari yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange berkurang 0,5% menjadi 68,960 yuan (USD10.813,18) per ton. Belanda melakukan penguncian, Minggu, sementara beberapa negara Eropa lainnya mempertimbangkan pembatasan tambahan untuk mengendalikan penyebaran varian Omicron yang sangat menular.

Harga tembaga, bagaimanapun, didukung oleh tanda-tanda persediaan yang lebih rendah, dengan stok yang terdaftar di LME berkurang menjadi 80.550 ton. Sementara itu, premi untuk tembaga tunai LME atas kontrak tiga bulan berada di posisi USD30 per ton, level tertinggi dalam dua minggu. Persediaan di gudang Shanghai Futures Exchange turun menjadi 34.580 ton minggu lalu, level terendah sejak Juni 2009.

Aluminium LME melemah 0,3% menjadi USD2.716 per ton, nikel turun 0,1% menjadi USD19.625 per ton, timbal berkurang 0,7% menjadi USD2.291 per ton dan timah menyusut 0,4% menjadi USD38.275 per ton. Aluminium ShFE melesat 1% menjadi 19.675 yuan per ton, nikel naik 0,6% menjadi 145.430 yuan per ton, timbal anjlok 1,6% menjadi 15.405 yuan per ton dan timah melorot 0,8% menjadi 282.520 yuan per ton.

Baca Juga  Minat Investor Ke Indonesia Tetap Tinggi, Meski Terdeteksi Ada Varian Omicron

Impor aluminium China mencapai rekor tertinggi tahunan pada 2021 dengan satu bulan tersisa, data bea cukai menunjukkan, Sabtu, karena pembatasan penggunaan listrik oleh pabrik peleburan domestik mendukung permintaan logam luar negeri.
Output alumina China, yang dilebur untuk membuat aluminium, turun pada bulan November sebesar 4,5% (year-on-year) ke level terendah dalam 18 bulan, menurut data resmi, Jumat, ketika sejumlah daerah memberlakukan pembatasan pada bahan baku aluminium, sementara produksi timbal dan seng mencatat level tertinggi sejak Desember tahun lalu.

Sementara Indeks harga saham gabungan atau IHSG melemah 30 poin atau 0,46 persen di level 6.571 pada pembukaan perdagangan Senin 20 Desember 2021. Namun hingga penutupan perdagangan sesi I sejumlah saham yang naik diantaranya Rastia Bintang Mahkotasejati (RBMS) 32,76%, Inocycle Teknologi Group (INOV) 18,35%, Trimuda Nuansa Citra 16,19 %, Bukit Darmo Property (BKDP) 14,47 %, Wahana Interfood Nusantara (COCO) 9,15 %.

%d blogger menyukai ini: