Urai Kemacetan, Machfud Arifin Pastikan Realisasikan MRT dan LRT di Surabaya

oleh -

SURABAYA: Calon wali kota Surabaya Machfud Arifin berjanji akan mewujudkan program Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang gagal direalisasikan. Yaitu membuat moda transportasi seperti Lintas Raya Terpadu (LRT) maupun Moda Raya Terpadu (MRT).

“LRT ini diharapkan bisa mengatasi kemacetan yang ada di Surabaya,” kata Machfud, pada debat kedua Pilkada Surabaya 2020, di Dyandra Surabaya, Rabu malam (18/11/2020).

Machfud mengatakan, program Risma yang gagal ini kembali muncul pada tahun 2020 ini. Di mana Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sudah melakukan pembahasan dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi untuk merealisasikan hal tersebut.

Bahkan, lanjut Machfud, Pemprov Jatim berencana membangun sejumlah moda transportasi yang terkoneksi di kawasan di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Bangkalan, Mojokerto dan Lamongan (Gerbangkertasusila). Transportasi yang akan dibangun, antara lain kereta api lokal (komuter), LRT, dan MRT.

“Laju kendaraan di Jatim utamanya Surabaya cukup besar. Bahkan bisa satu juta kendaraan setiap tahunnya. Maka itu perlu ada penambahan transportasi massal,” ujar Machfud.

Dalam kesempatan tersebut, Machfud juga menyinggung soal Perpres Nomor 80 Tahun 2019 tentang pembangunan moda Gerbang Kertasusila yang terkoneksi. “Ibu Gubernur sudah Road Show karena covid (terhenti). Kami akan back up betul, berkolaborasi dengan kepala daerah lain, gubernur dan wali kota,” katanya.

Sementara itu Calon Wakil Wali Kota Mujiaman menyoroti perihal berkurangnya jumlah transportasi massal. “Yang namanya bemo ada 4.000, sekarang tinggal 1.000. Ternyata bemonya hancur karena tidak ada perhatian dari Pemkot Surabaya,” kata Mujiaman.

Demikian halnya Mujiaman menyoroti perihal pembangunan lahan parkir yang mangkrak, terminal mangkrak serta tak berfungsi. “Terminal kita bangun untuk mensejahterakan rakyat. Bukan untuk gaya-gayaan,” katanya. NOE