Upaya Mas Atho’ Komitmen Jadikan Potensi Wisata Desa Sebagai Perekomian Masyarakat

oleh -

JOMBANG: Anggota DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah atau Mas Atho’, berkomitmen menjadikan potensi wisata desa sebagai sumber ekonomi masyarakat. Salah satunya Wisata Sendang Made yang berada di Desa Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang.

Politisi muda PKB itu, berjanji akan membantu mempercantik wisata tersebut dengan melengkapi berbagai fasilitas yang dibutuhkan. Keseriusan itu disampaikan Mas Atho’ saat menghadiri gelar produk UMKM dan promosi wisata desa di Desa Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang.

“Yang diprioritaskan adalah lokasi wisata yang dikelola langsung oleh Pemerintah Desa (Pemdes), bukan perorangan,” kata Mas Atho’.

Anggota Komisi B (perekonomian) DPRD Jatim itu, menyebut banyak potensi wisata desa yang ada di Jombang dan Mojokerto. Namun sampai saat ini belum dikelola dengan baik, lantaran belum mendapat perhatian serius dari Pemkab Jombang dan Mojokerto.

Selain itu, lanjut Mas Atho’, juga ada lokasi yang butuh dukungan dan perhatian serius dari pemerintah setempat. Misalnya wisata Sumber Biru di Wonosalam Jombang, dan wisata sejarah Mbah Jabung di Kecamatan Jabung, Kabupaten Mojokerto. “Kami harap Pemkab Jombang dan Mojokerto memberi dukungan penuh terhadap potensi wisata yang ada di desa. Jika itu dilakukan, tentu bakal menjadi roda perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Meski demikian, kata Mas Atho’, Komisi B DPRD Jatim punya program untuk penguatan wisata yang ada di daerah Jatim. Ini merupakan upaya Komisi B DPRD Jatim dalan rangka menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Wisata.

Menurutnya, penguatan ini sesuai kebutuhan pengelola wisata terkait. Seperti fasilitasi manajemen wisata, bantuan promosi, dan sarana penunjang untuk menambah ikon wisata, sehingga menambah daya tarik pengunjung. “Program yang kami upayakan tersebut, seperti yang dipaparkan Kepala Desa Made, pada 30 September lalu, ketika komisi B sedang melakukan kunjungan dalam rangka mencari masukan terkait penyusunan Raperda Wisata,” katanya.

Sementara kegiatan gelar produk UMKM di Sendang Made, menurut Mas Atho’, merupakan hasil karya atau produk warga desa di wilayah Kecamatan Kudu. Selain produk UMKM, promosi wisata desa juga lebih diperkenalkan dalam kegiatan ini. “Kegiatan ini tidak hanya gelar produk, tapi juga pengenalan wisata desa Sendang Made yang merupakan wisata sejarah. Serta wisata desa lain di wilayah Kecamatan Kudu,” ujarnya.

Mas Atoh’ menegaskan akan berupaya maksimal untuk mengusulkan dan mengawal program tersebut ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Asalkan itu dampaknya dirasakan masyarakat, dan menunjang perekonomian warga sekitar. Karena semuanya pasti tahu, ketika sebuah wisata desa dikelola dengan manajemen baik, sirkulasi keuangan dikelola pengurus di bawah naungan Pemdes. Saya yakin perekonomian masyarakat juga akan terbantu,” pungkasnya. NOE