Universitas Jember Terjunkan KKN ke Situbondo, Bondowoso, Jember, dan Probolinggo

oleh -
Upcara Pelepasan KKN (Foto : Agung/Kabarjatim)
Upcara Pelepasan KKN (Foto : Agung/Kabarjatim)

JEMBER-Universitas Jember lakukan upacara penerjunan mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) periode II tahun akademik 2017/2018 tahap pertama. Senin, 9 Juli 2018. Rencananya, mahasiswa akan diterjunkan di empat Kabupaten sasaran, yakni Situbondo, Bondowoso, Jember, dan Probolinggo. Dari keempat daerah itu, peserta pelepasan kali ini hanya diikuti oleh mahasiswa yang ditempatkan di Kabupaten Bondowoso. Yaitu sejumlah 1.686 mahasiswa dari jumlah keseluruhan 3.165 mahasiswa peserta, dan sisanya berada di 3 daerah lainnya.

“Khusus untuk kabupaten Bondowoso mendapatkan jatah terbanyak dengan 1.686 mahasiswa, sesuai dengan permintaan dari pemerintah daerah kabupaten Bondowoso, oleh karena itu pelepasannya diadakan secara tersendiri agar memudahkan koordinasi mengingat jumlahnya yang banyak. Sisanya akan kita lepas pada hari Senin, 16 Juli 2018 nanti,” kata Ahmad Subagio, Ketua Lembaga Penelitian dan pengabdian Masyarakat (LP2M) saat melaporkan mahasiswa peserta KKN di upacara penerjunan.

Lanjut Subagio, peserta KKN berasal dari 12 fakultas. Dan Fakultas Ekonomi dan bisnis (FEB) merupakan fakultas peserta KKN terbanyak, yaitu sejumlah 581 mahasiswa. Selama 45 hari ke depan, mahasiswa akan melakukan intervensi pada masyarakat dengan didampingi oleh seorang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dengan harapan bisa menemukan masalah, memecahkan, lalu memunculkan inovasi baru.

Sedangkan Moh. Hasan selaku Rektor dalam sambutannya mengungkapkan, agar program KKN dapat digunakan sebagai ajang belajar, pengaplikasian ilmu selama berada di bangku kuliah, dan pengenalan adat istiadat yang ada di masyarakat. Pihaknya juga menilai bahwa tema yang terpilih pada KKN kali ini merupakan integrasi dengan pemerintah pusat ataupun daerah. Diantaranya tema desa peduli buruh migran, tema desa sejahtera mandiri, tema desa pesantren, tema Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat, KKN Kebangsaan, program kreativitas produk tape, tema kebencaan, lalu stunting dan sanitasi.

“Harapannya, dengan adanya mahasiswa KKN, akan turut membantu pencapaian SDGs. Khusus tema Stunting dan sanitasi dipilih karena kita tidak ingin terjadi lost generation,” imbuh Moh. Hasan. @VIN