Universitas Jember Ramah Terhadap Orang Berkebutuhan Khusus

oleh -
Suasana (agung/kabarjataim_
Suasana (agung/kabarjataim_

JEMBER-Pada pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi se-Besuki Raya (SBMPTBR) Universitas Jember (Unej), Kamis (19/7/2018). Unej membuktikan dirinya, bahwa ramah pada orang dengan kebutuhan khusus.

Dari 6.532 peserta SBMPTBR, hanya Deby Shinta Dewi seorang, yang mengikuti ujian dengan kebutuhan khusus. Ia dibantu oleh pendamping dari Unej untuk memperlancarnya saat mengerjakan ujian.

“Pada pelaksanaan ujian SBMPTBR kali ini kami menerima satu peserta yang berkebutuhan khusus, yakni peserta tuna rungu. Peserta tersebut atas nama Deby Shinta Dewi yang mengikuti ujian di Gedung Soedjarwo. Khusus bagi Deby, kami sediakan pendamping yang memiliki kemampuan bahasa isyarat agar memperlancar pelaksanaan ujian SBMPTBR,” terang Agung Purwanto, Kepala Humas Unej.

Lanjut Agung, beberapa hari sebelum ujian SBMPTBR dilaksanakan, orang tua Deby datang ke Humas dan Protokol Universitas Jember untuk berkonsultasi terkait pelaksanaan ujian, dan apakah ada kemudahan bagi anaknya jika diterima di Universitas Jember.

“Pada dasarnya Universitas Jember akan berusaha memfasilitasi semua mahasiswanya, khususnya yang berkebutuhan khusus. Apalagi kami sudah memiliki Pusat Layanan Conseling dan Difabilitas yang ada di bawah Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu atau LP3M,” imbuhnya.

Tak lupa Agung menjelaskan, jika SBMPTBR 2018 ini adalah jalur masuk ke Universitas Jember yang terakhir, pasalnya masih ada siswa yang beranggapan masih ada SBMPTBR Gelombang kedua yang dikhususkan bagi jenjang diploma, seperti tahun sebelumnya.

“Sedikit berbeda dengan pelaksanaan SBMPTBR 2017 lalu, di tahun 2018 ini kami membuka pendaftaran bagi jenjang sarjana dan diploma sekaligus. Jadi SBMPTBR 2018 ini adalah jalur terakhir untuk masuk menjadi mahasiswa baru di Universitas Jember,” tutupnya. @VIN