Umar Said, Tukang Jahit di Jombang Nekad ‘Nyaleg’

oleh -

JOMBANG-Meski banyak yang meremehkan, tak menyurutkan niat tukang jahit yang satu ini ikut ajang kontestasi Calon Anggota Legislatif (CALEG) pada pemilu yang diadakan di tahun 2019 mendatang.

Umar Said, pria 38 tahun asal Dusun Mojogeneng, Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno, yang sudah dikaruniai 3 orang anak yang masih kecil – kecil tetap nekad daftar jadi caleg walau cerca’an dan bahkan sering diremehkan oleh keluarga serta para tetangganya.

Said, panggilan akrabnya, melenggang bersama Partai pengusungnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sudah di ikutinya selama 8 tahun. Ia bersaing di Daerah Pemilihan Tiga (DAPIL 3) dengan nomer urut 7, yang meliputi 4 Kecamatan di Jombang yakni, Kecamatan Mojoagung, Kecamatan Mojowarno, Kecamatan Bareng serta Kecamatan Wonosalam.

Atas dorongan dari partai juga teman – temannya, akhirnya ia memberanikan diri mendaftar sebagai calon anggota legislatif untuk DPRD Kota Jombang, pada pemilu periode 2019 – 2024.

“Awalnya semua pada ngremehin mas, bahkan keluarga saya sendiri tak setuju. Banyak yang bilang saya punya modal berapa? soalnya nyaleg itu butuh modal besar lo” ucapnya saat ditemui di tempat kerjanya, Senin (26/11/2018)

“Setelah saya kasih pengertian, akhirnya keluarga saya menyetujui. Namun tetangga masih banyak yang mencibir” imbuhnya.

Meski memiliki keterbatasan dana, Said terus berupaya memperkenalkan dirinya sebagai caleg kepada tetangga, teman dekat, pelanggan jahit juga pada sanak keluarganya. Karena ia yakin dengan pendekatan serta menyerap aspirasi rakyat kecil akan bisa memenangkan kontestasi tersebut.

“Modal sih emang diperlukan, namun saya tidak takut walau pesaing saya bermodal gede. Saya tetap fokus pada pendekatan kepada warga serta akan amanah jika nanti terpilih sebagai dewan. Itulah yang menjadi modal utama saya” pungkasnya.

Said sudah menjalani profesi sebagai tukang jahit pakaian sejak tahun 2001 silam, selesai lulus sekolah. Ia menyewa tempat di Desa Gambiran, dengan ruangan berukuran 2 × 2 meter. Dari profesi tersebut ia biasa mengantongi penghasilan 30 ribu hingga 80 ribu rupiah tiap harinya.

Saat ini ia pun berharap dapat dukungan serta doa restu dari masyarakat untuk mempercayakan posisi dewan yang akan diperebutkan dalam pemilu 2019 mendatang. Ia berjanji akan menyerap aspirasi warga terutama rakyat kecil serta akan memperjuangkannya. @VIN