Tukang Cuci Mobil di Jombang Edarkan Pil Dobel L

oleh -
barang bukti
barang bukti

JOMBANG-Unit Reskrim Polsek Diwek, berhasil mengamankan seorang remaja yang berprofesi sebagai tukang cuci mobil di rumah kosnya di Dusun/Desa Ceweng, Kecamatan Diwek – Jombang, Rabu 06/02/19.

Remaja tersebut bernama M. Syamrizal Fajar Kharisma (21), asal Dusun/Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Ia diamankan lantaran kedapatan mengedarkan barang haram narkoba jenis pil dobel L kepada salah satu pelanggannya yang berhasil diamankan petugas terlebih dahulu.

Kapolsek Diwek AKP Bambang memaparkan, anggotanya berhasil mengamankan satu orang pengedar pil dobel L di rumah kosnya. Penangkapan tersangka adalah pengembangan dari satu orang yang bernama Pram Adi W (21), yang diamankan lebih dulu karena kedapatan membeli barang haram tersebut.

“Pertama anggota kami berhasil mengamankan konsumen yang membawa pil dobel L sebanyak 10 butir yang dibungkus dalam klip kertas grenjeng. Dari penangkapan tersebut kemudian kami kembangkan dan lakukan penyelidikan,”paparnya.

Dari pengembangan tersebut, lanjut Bambang, sekitar pukul 00:30 Wib, anggota kami segera mengamankan seorang yang diduga sebagai pengedar. Alhasil, setelah dilakukan penggerebekan petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa pil dobel L yang disembunyikan dalam rumahnya.

“Anggota kami berhasil mengamankan tersangka pengedar dan beberapa barang bukti pil dobel L dari dalam rumahnya. Ia juga mengakui sudah dua kali menjual barang haram tersebut ke saudara Pram,”imbuhnya.

Hasil dari penangkapan tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa 248 butir Pil Doble L yang dibungkus klip plastik dan kertas grenjeng, 1 buah bungkus rokok surya pro serta uang hasil penjualan sebanyak 40 ribu rupiah.

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan tindak pidana bukan keahliannya mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standart atau mutu berupa pil jenis doble L sebagaimana di maksud dalam pasal : 196 UURI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dengan ancaman hukuman berupa kurungan penjara paling lama 10 tahun.

Editor : Nurul Arifin