Transaksi Booth FESyar 2019 Mencapai Rp.50,34 Miliar

oleh -

SURABAYA – Selama 3 hari Fesyar (Festival Syariah) 2019 yang diselengarakan pada 6-9 November 2019 di Grand City Surabaya, di isi oleh ratusan stand produk Syariah berhasil menyedot pengunjung hingga 15 ribu orang.

Bank Indonesia (BI) berhasil mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia bisa bersaing di pasar global.

Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Bapak Difi Ahmad Johansyah, Jumat (8/11/2019).

“Kita berharap penyelesaian masalah dengan “how,, how,, how” yang akan diulas lebih dalam oleh para narasumber hari ini. Dan harapannya Judul Fesyar tahun depan akan berubah dari “UMKM Menembus Pasar Internasional” menjadi “UMKM Menaklukan Pasar Internasional”. kata Difi dihadapan 300 peserta seminar dari pelaku usaha UMKM.

Bank sentral telah sepakat untuk mengakselerasi UMKM di pasar global melalui fasilitasi, peningkatan kualitas produk UMKM. Peningkatan kwalitas bisa dilihat dari izin sertifikasi halal serta pelatihan prosedur untuk produk yang layak eksport.

Sedangkan tentang perizinan sertifikasi halal dan administrasi UMKM, selama pameran diharapkan sebagai prioritas utama untuk produk yang dijual secara Internasional dan eksport. “Akan ada Halal Summit pada tahun 2020, Jatim diharapkan dapat mendominasi pada event tersebut.  Harapannya, dengan UKM kuat, negara hebat.” tegasnya.

Terpantau jumlah transaksi booth Fesyar di hari ketiga telah mencapai 50,34 miliar rupiah, dari business matching total 18 triliun rupiah, penggalangan dana mencapai 4,4 triliun, pembelian sukuk total mencapai 2 triliun rupiah.

“Dalam business matchingnya angka transaksi dan pengunjung yang datang terus meningkat. Tak hanya bisnis, kami juga memberikan edukasi seminar pada pelaku UMKM bagaimana cara menembus pasar internasional terutama di negara Singapura dan Malaysia. Potensi UMKM yang ada di Jatim ini sesuai dengan trend perkembangan zaman. Terakhir, BI juga akan fokus dengan pengembangan fintech syariah,” tutup Difi.