Tolak RUU KPK, Mahasiswa Jombang Turun Jalan

oleh -

Jombang: Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jombang, turun jalan guna menolak revisi Undang – Undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK), Senin 16/09/19. 

Dengan membawa bendera PMII serta membentangkan poster berisi tuntutan, mereka mengawali aksinya dari bundaran Ringin Contong kemudian melakukan long march ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang, dengan kawalan petugas kepolisian.

Saat berjalan menuju kantor DPRD, mereka menyanyikan lagu mahasiswa dan sembari berorasi. Para pengguna jalan yang melintas terpaksa memelankan laju kendaraannya, sebab aksi long march memakan separo badan jalan.

Sesampainya di depan gedung dewan, para mahasiswa bergantian melakukan orasi atas tuntutannya diantaranya, revisi UU tentang KPK yang saat ini tengah dibahas oleh Pemerintah dan DPR, ada banyak celah yang dinilai bisa melemahkan kerja KPK.

“Kami mendesak kepada Presiden Joko Widodo segera menyelesaikan polemik tentang RUU KPK ini. Sebab, menurutnya, sistemnya dianggap terlalu rumit. 

Ia menambahkan, KPK boleh dikatakan sebagai lembaga super body, asal tidak terlalu berlebihan independensinya. Jangan sampai di isi dengan unsur – unsur politik. 

“Pengawasan terhadap KPK tetap ada, namun harus di isi dari unsur akademisi. Jangan sampai dijadikan kepentingan kubu – kubuan baik partai politik maupun oknum internal KPK,” pungkasnya.

Disela – sela orasi, petugas kepolisian sempat dibuat geram dengan salah satu mahasiswa peserta aksi yang dinilai melontarkan kalimat bernada provokatif yang berpotensi memancing kerusuhan.

Mahasiswa tersebut akhirnya diamankan oleh anggota, namun akhirnya dilepas kembali usai Kapolres Jombang, AKBP. Fadli Widyanto memberikan pengarahan.

“Mahasiswa yang bersangkutan melontarkan kata bernada provokasi ‘ hancurkan dewan’ ini kan bisa memancing keributan, makanya kami amankan. Upaya ini kami lakukan agar mereka patuh hukum, sebab kalimat provokasi itu bisa dijerat pasal tentang penghasutan,” tegas Kapolres Jombang.

Selanjutnya, perwakilan beberapa mahasiswa akhirnya di perkenankan masuk gedung dewan guna mengutarakan aspirasinya. Kemudian puluhan mahasiswa membubarkan diri dan kembali ke bundaran ringin contong.