TKD Jatim Desak Jokowi Hentikan Semburan Lumpur Lapindo

oleh -
Anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Jawa Timur, Djaja Laksana,
Anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Jawa Timur, Djaja Laksana,

SURABAYA – Anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Ma’ruf Amin Jawa Timur, Djaja Laksana, mendesak Presiden Joko Widodo menutup semburan lumpur Lapindo di Kabupaten Sidoarjo. Jika tidak, kata Djaja, dikhawatirkan terjadi bahaya Subsidence (penurunan tanah).

“Saya harap jika Pak Jokowi kembali menang (Pilpres 2019), bisa hentikan semburan lumpur Lapindo dengan teori bendungan Bernoulli. Karena lumpur diperkirakan akan keluar hingga 30 tahun, itu jelas sangat merusak lingkungan,” kata Djaja, di sela memperingati Hari Aids Se- Dunia, di Posko TKD Jatim, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Minggu (2/12/2018).

Lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu yakin semburan lumpur lapindo dengan teori Bernoulli. Teori itu ia temukan pada 19 September 2006, tepat pertama kali terjadi semburan lapindo pada 29 Mei 2006.

Djaja menjelaskan, teori Bernoulli (tekanan atas dan bawah seimbang), adalah untuk menutup lubang saluran lumpur, sehingga bisa memasukkan lumpur kembali ke perut bumi. Kemudian lubang saluran itu ditutup dengan cara diinjeksi semen dan silica.

Dengan begitu, lumpur yang keluar akan mencapai total head atau ketemu keseimbangan antara lumpur yang keluar dari perut bumi dan tinggi lumpur di atas permukaan. “Saya yakin teori itu bisa hentikan lumpur lapindo,” katanya.

Luapan lumpur Lapindo di Sidoarjo hingga saat ini sudah berusia 13 tahun sejak 2006. Upaya penaggulangan lumpur terus dilakukan oleh Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) yang ditunjuk oleh pusat dalam penanganan di lapangan, bahkan pemerintah menugaskan para geolog untuk itu.

Mereka menerapkan teori side tracking, snubbing unit, relief well, bola beton, hingga kepala kerbau. Namun, dari berbagai cara dan teori itu belum bisa menghentikan semburan lumpur tersebut.

“Saya sudah berkali-kali melakukan riset dan penelitian soal lumpur lapindo ini. Saya juga sudah beberapa kali presentasi di ITS, Unair, LIPI dan Dewan Riset Nasional (DRN). Saya yakin Teori Bernoulli bisa hentikan lumpur Lapindo,” ujarnya.

Meski teori Bernoulli sudah lama ia temukan, belum pernah ada yang menerapkan. Padahal, kata Djaja, teori Bernoulli terbukti berhasil menghentikan semburan lumpur di perusahaan Petro-Cina di Lengowangi, Kabupaten Gresik.

Semburan lumpur lapindo saat ini setiap harinya masih mengeluarkan semburan lumpur sebanyak 60 ribu meter kubik per hari, dan dalam kedalaman 50 cm sampai 1 meter permukaan tanah. Djaja berharap Presiden Jokowi bisa hentikan luapan lumpur lapindo, jika nantinya kembali terpilih sebagai Presiden pada Pilpres 2019 mendatang.

Djaja mengaku sanggup membantu, jika nantinya diberikan tanggung jawab oleh pemerintah untuk menghentikan lumpur Lapindo dengan teori Bernoulli. “Kalo itu tidak segera diatasi, kami Khawatir bahaya Subsidence (penurunan tanah) secara mendadak. Saya siap jika memang diminta pemerintah untuk bantu menghentikan lumpur lapindo,” kata pria yang juga pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jatim ini. @VIN